Rabu, 18 Oct 2017
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Harga Migas Sulit Diprediksi

Sabtu, 15 Jul 2017 11:28 | editor : Ali Mustofa

KUNJUNGAN: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan (dua dari kiri) saat kunjungannya ke Cepu belum lama ini.

KUNJUNGAN: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan (dua dari kiri) saat kunjungannya ke Cepu belum lama ini. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

BLORA – Persaingan energi tidak lagi antar perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi (migas), melainkan pengelolaan di luar energi fosil. Mulai energi panas bumi, tenaga surya, gelombang air laut, angin, dan lainnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan mengingatkan, harga migas sulit diprediksi. Suatu saat naik tinggi dan mendadak turun dratis. “Maka siapun yang berhubungan dengan migas harus cerdas melangkah dan menerapkan strategi efisiensi. Efisiensi migas sangat mendesak. Ini yang harus segera disikapi dengan cerdas,” jelasnya di hadapan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas di Grha Oktana STEM-Akamigas Cepu belum lama ini.

Jonan juga memberi gambaran secara global, Perancis segera mengeluarkan kebijakan untuk tidak memberi izin produksi kendaraan yang mengeluarkan hidrokarbon. Sebab menghadapi kendaraan berbahan bakar listrik 2040 mendatang. “Indonesia harus mengikutinya, perlu persiapan sejak sekarang,” tambahnya.

Untuk keperluan energi masa depan, Jonan menegaskan, Indonesia bisa bersaing dengan negara lain. Misalnya soal kendaraan tanpa asap hidrokarbon. Jika semua berjalan baik, ekspor LPG akan berkurang karena nantinya api kompor bisa dari energi lain.

Jonan membeberkan, sebelumnya tidak ada yang menyangka Android berkembang pesat, bahkan perusaan migas raksasa Exxonmobil yang berdiri 140 tahun lebih, sekarang ini kalah kaya dari Facebook (FB).

Dia menambahkan, pemerintah mengejar target lifting (produksi minyak) 815.000 barel per hari (bph). Pemerintah mendorong Blok Cepu melalui proyek Lapangan Banyu Urip berproduksi dari 165.000 bph menjadi 200.000 bph.

Blok Cepu dengan operator ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) saat ini memproduksi minyak terbesar kedua di Indonesia. Produksi ini menjadi andalan pemerintah untuk bisa meningkatkan produksi minyak dalam negeri 815.000 bph.

(ks/sub/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia