Kamis, 21 Sep 2017
radarkudus
Features
Mantan Duta Wisata Terjun di Dekorasi Pengantin

Modal dari Ikut Peragaan Busana dan Bekerja

Sabtu, 15 Jul 2017 00:42 | editor : Ali Mustofa

Tri Agus Subagiyo

Tri Agus Subagiyo (DOK. PRIBADI)

Tri Agus Subagiyo dikenal ulet. Meski mempunyai pekerjaan, dia tetap melebarkan sayapnya. Terutama, jiwa entrepreneur. Disela kesibukan menjadi perangkat Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, dia mengelola dekorasi pengantin.

INTAN M SABRINA, Grobogan

USIA masih muda. Namun, Tri Agus Subagiyo berpikir jauh ke depan. Dia memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang positif. Padahal, dia telah menjadi Perangkat Desa Putat, Kecamatan Purwodadi.

Dia bekerja setelah lulus SMA PGRI Purwodadi. Di awal jadi perangkat, dia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah seusai berkerja. Setahun kemudian atau 2013 pria kelahiran Grobogan, 16 September 1991 ini tertarik mengikuti seleksi duta wisata (Duwis) Grobogan.

“Saat itu tahu ada edaran seleksi Duwis Grobogan yang dikirimkan di kantor. Lalu saya tertarik untuk mengisi waktu dan ada kesibukan,” katanya kemarin (13/7).

Kali pertama daftar tidak berjalan mulus. Agus belum mengerti apa-apa. Lantas dia mulai belajar dengan menambah wawasan. Bahkan, dia berusaha tampil prima. Banyak hal yang dipelajari, mulai belajar ngadi saliro ngadi busono. Kemudian Jawani dan bersopan-santun.

“Terpenting dari semua itu saya belajar catwalk. Membutuhkan waktu selama tiga hari untuk bisa berjalan dengan baik. Paling grogi saat tampil saat berjalan ini,” ujarnya.

Dari usaha itu, dia menjadi runner up 1 sekaligus busana terbaik. Anak ketiga dari empat saudara ini memiliki banyak kenalan dari berbagai kalangan. “Mulai dikenalin bisnis dan mulai tertarik berbisnis. Saat itu kawan saya rata-rata perias. Sehingga kerap diundang dan memeragakan busana. Sempat muncul obrolan dengan perias ternama di Grobogan, saya mulai berpikir memiliki usaha di bidang jasa dekorasi memiliki peluang yang bagus. Mengingat perias pengantin di acara pasti membutuhkan penyedia dekorasi,” ungkapnya.

 Pria yang beralamat di RT 4 RW 1, Desa Putat, Kecamatan Purwodadi ini memberanikan diri membuka bisnis dekorasi pada 2015 silam. Bermodalkan Rp 60 juta yang merupakan tabungan pribadinya selama bekerja sejak 2012 dan hasil peragaan busana. “Modal tersebut kali pertama langsung belikan peralatan dekorasi, mulai gebyog, kursi pengantin, properti ijab, properti siraman, kamar pengantin, kain dekorasi, lighting, dan karpet,” ujarnya.

Kali pertama dekorasinya dipakai grand final pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Grobogan 2015 di pendapa. Bisnisnya kemudian dilirik. Dia menerima pesanan mulai sekitar Purwodadi. Kini merambah ke kota lainnya, seperti Blora, Pati, Rembang, Demak, dan Boyolali.

“Dalam sebulan kini mencapai 15 kali pesanan. Namun, tergantung bulan. Sebagian orang Jawa masih mempercayai hari dan bulan baik untuk menikah. Maka di bulan tertentu merupakan libur untuk acara pernikahan. Walaupun kadang ada yang masih melangsungkan acara,” imbuhnya.

Agus memanfaatkan waktu libur pesanan untuk mempersiapkan segala sesuatu. Hingga perawatan properti. Kini sudah dua tahun berjalan. Dari usaha itu, Agus mampu membeli kendaraan pribadi hingga truk pengangkut. Dia juga memberikan penghasilan kepada orang tua dan pengobatan ayahnya yang lagi sakit. “Kalau kendaraan sebagai aktivitas penunjang. Jadi memang dibutuhkan mobil pribadi,” ujarnya.

Meski disibukkan dengan bisnis, dia mampu membagi waktu dengan pekerjaan di pemerintahan. “Saya harus bangun lebih pagi apabila ada pesanan dekorasi. Sebelum kerja saya mempersiapkan dekorasi. Kemudian karyawan mengantar hingga memasang dekorasi ke lokasi. Sepulang kerja saya baru mengecek ke lokasi,” imbuhnya.

Alumni SMA PGRI Purwodadi ini mengalami berbagai kesulitan. Namun, dia jadikan sebagai tantangan. Kerap calon pengantin sudah membawa contoh gambar dari kota. Padahal, contoh tersebut merupakan sampel dekorasi bintang lima. “Dan saya harus bisa menyesuaikan keinginan, wilayah dimana kami bertempat. Lumayan tantangan besar,” ujarnya. 

(ks/int/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia