Jumat, 22 Sep 2017
radarkudus
Grobogan

Gelontorkan Paket Dokumen

Kamis, 13 Jul 2017 13:29 | editor : Ali Mustofa

MENUNJUKKAN: Kepala Dispencukcapil Grobogan Muh Susilo menunjukkan berbagai paketan dokumen kependudukan yang disediakan belum lama ini.

MENUNJUKKAN: Kepala Dispencukcapil Grobogan Muh Susilo menunjukkan berbagai paketan dokumen kependudukan yang disediakan belum lama ini. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

 

PURWODADI - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Grobogan terus berinovasi untuk kemudahan masyarakat. Kali ini ada penambahan menjadi paket 4 in 1 dan 5 in 1. Sebelumnya Dispendukcapil telah menciptakan paket 3 in 1.

Kepala Dispendukcapil Grobogan Muh Susilo mengatakan, terus mengupayakan kemudahan pelayanan. Pihaknya membuat empat paketan, antaranya Grobogan Hebat untuk Kelahiran, Grobogan Tersenyum untuk Paket Perkawinan, Grobogan Berkah untuk Paket Kematian, dan Grobogan Ceria untuk Paket Pindah Datang.

“Sebelumnya mulai Desember 2016 lalu telah mencanangkan program 3 ini 1 (Akta Kelahiran, Kartu Keluarga dan Kartu Identitas Anak (KIA) pada setiap bayi lahir. Program itu kerja sama di empat rumah sakit (RS) dan delapan klinik dan Rumah Bersalin (RB) di Kabupaten Gobogan,” ujarnya belum lama ini.

Kini sudah ada 181 dokumen paket 3 ini 1 yang diterbitkan di beberapa klinik. Bahkan 11 puskesmas menerbitkan 970 akta kelahiran, KK, dan KIA. Karya Bakti Mandiri (KBM) di tujuh desa dari Januari hingga Juni ini mampu menerbitkan 492 akta kelahiran.

Disusul adanya paket Grobogan Berkah. Setiap pemohon langsung mendapatkan akta kematian beserta santunan Rp 1 juta dan KK baru. “Setelah itu paket Grobogan Tersenyum untuk warga non muslim yang mencatatkan perkawinan. Dimana bisa langsung mendapatkan lima paket sekaligus,” ujarnya.

Dia menjelaskan, paket itu terdiri akta perkawinan, KK baru dari orang tua perempuan, KK baru dari mempelai laki-laki, KTP mempelai perempuan, KTP mempelai laki-laki. Kemudian, Grobogan Ceria yakni paket pindah datang, warga bisa langsung mendapatkan KK baru dan KTP baru serta pindah keluar langsung mendapatkan KK baru karena anggota keluarga yang ditinggalkan.

“Semua ini didapat dengan gratis, asal tidak ada keterlambatan pengurusan. Sampai saat ini keterlambatan masih dikenai denda. Namun, kami sudah mengajukan Perda Nomor 6 Tahun 2014 tentang Penghapusan Pengenaan Denda Administratif karena keterlambatan. Kini laporan masih dalam proses pembahasan di DPRD Grobogan tentang penghapusan denda,” ujarnya.

(ks/int/top/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia