Jumat, 19 Jan 2018
radarkudus
Rembang

Kurir Sabu Dibekuk di Masjid

Senin, 13 Feb 2017 09:00

Kurir Sabu Dibekuk di Masjid

DIRINGKUS: Abdul Ghofur berhasil diringkus oleh Sat Res Narkoba Polres Rembang saat hendak melakukan transaksi di sekitar Masjid Kaliori. Dari tangannya, polisi berhasil menyita tiga paket sabu. (POLRES REMBANG FOR RADAR KUDUS)

 

KALIORI – Sat Res Narkoba Polres Rembang berhasil meringkus tiga kurir sabu dari dua tempat berbeda. Mereka masing-masing diamankan di Masjid Kaliori, dan dua lainnya di tangkap di Desa Krasak, Kecamatan Pecangaan, Jepara, Sabtu (11/2).

Dari tangan kurir tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga paket sabu masing-masing seberat dua gram. Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melalui Kasat Res Narkoba AKP Bambang Soegito menjelaskan, pihaknya berhasil menangkap Abdul Ghofur saat hendak melakukan transaksi di sekitar Masjid Kaliori.

Penangkapan tersebut dilakukan pada Sabtu (11/2) sekitar pukul 13.30 siang. Dari tangan pelaku yang berstatus sebagai kurir ini, polisi berhasil mengamankan tiga paket sabu dengan berat masing-masing dua gram.

Selain itu, barang bukti lain juga turut disita dari kurir yang juga warga RT23/RW 05, Desa Raguklampitan, Batealit, Jepara. Diantarnya, masing-masing satu unit handphone dan sepeda motor vario bernomor polisi K 2958 EQ. Uang tunai senilai Rp 283 ribu dan selembar bukti trasnfer juga disita dari tangan pelaku.

Bambang sendiri belum bisa memastikan untuk siapa sabu tersebut akan dijual. Sedangkan, harga per paketnya dijual di kisaran Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Berdasarkan pengakuan pelaku, dia diberi imbalan Rp 150 ribu untuk mengantarkan barang tersebut.

Menindaklanjut penangkapan kurir tersebut, Sat Res Narkoba Polres Rembang kemudian berkoordinasi dengan Polsek Pecangaan, Jepara untuk menangkap pelaku lainnya. Hasilnya, polisi berhasil menangkap dua kurir di Desa Krasak, Pecangaan, Jepara.

Dua pelaku lainnya bernama Ahmad Arif Baihaki dan Khotibul Umam ditangkap di kediamannya pada Minggu (12/1) sekitar pukul 03.00 dini hari. Masing-masing di RT 05/RW 06 dan RT 04/RW 04, Desa Pecangaan, Jepara. ”Dari pengembangan itu, kami berkoordinasi dengan polsek setempat untuk menangkap dua tersangka lain,” ungkapnya.

Hinga kini, Bambang mengaku masih terus mendalami peran masing-masing tersangka. Termasuk, asal barang yang mereka dapatkan dan kepada siapa akan dijual. Ketiganya dijerat dengan pasal 112 dan 114 Undang-undang (UU) nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. ”Ancaman hukumannya penjara minimal empat tahun. Maksimal 14 tahun serta denda Rp 800 juta,” pungkasnya. (lid/ali)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia