Jumat, 19 Jan 2018
radarkudus
Rembang

Presentasi UKL-UPL, Malindo Dihujani Usulan

Rabu, 17 May 2017 09:09

 Presentasi UKL-UPL, Malindo Dihujani Usulan

BERI PENJELASAN: Manajer PT Malindo Feedmil Khasan Asyyari (kiri) memberikan penjelasan terkait pengelolaan limbah di saat pemaparan di Kantor DLH Rembang kemarin. (KHOLID KHAZMI/RADAR KUDUS)

 

KOTA – PT Malindo Feedmil akhirnya menyampaikan dokumen UKL-UPL di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang kemarin. Dalam forum tersebut, manajemen pabrik ternak ayam itu dihujani usulan. Salah satunya, DLH meminta agar warga diajak mengunjungi pabrik lain yang telah berdiri dan maju.

Selain manajemen PT Malindo Feedmil dan DLH, forum tersebut juga dihadiri beberapa pihak terkait. Diantaranya, kepala Desa Kasreman, tokoh masyarakat desa setempat, perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinperindagkop dan UMKM serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Kepala Desa Kasreman Karyono dalam forum tersebut mempertanyakan upaya dari PT Malindo Feedmil untuk mengantisipasi limbah dari pencemaran kotoran dan sekam. Sebab, kotoran dan sekam tersebut disimpan dalam kurun waktu 67 pekan.

”Yang kami takutkan ini akan berpengaruh dengan sumber air di sekitar pabrik. Apalagi kalau musim hujan,” ungkapnya.

Manajer PT Malindo Feedmil Khasan Asyyari menjelaskan, lantai yang digunakan untuk tempat penyimpanan kotoran dan sekam itu terbuat dari beton dan kedap air. Sehingga, pihaknya memastikan tak membahayakan sumber air.

Masukan juga datang dari Dintanpan Kabupaten Rembang. Diantaranya, pengiriman ayam afkir harus disertai dengan hasil uji bebas flu burung dari laboratorium yang terakreditasi. Selain itu, pihak perusahaan juga diminta melakukan uji flu burung secara periodik.

Di bidang Corporate Social Responsibility, pihak perusahaan juga diminta memberi pembinaan kepada petani setempat melalui kelompok tani. Termasuk, pembuatan pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK).

Sarwono, perwakilan dari Dinas Kesehatan mengungkapkan pembuatan pos UKK memang tidak diwajibkan. Hanya saja, pihaknya berharap pos tersebut bisa diwujudkan dan dalam pelaskanannya dapat bekerjasama dengan Dinas Kesehatan.

”Nanti kegiatannya bisa bermacam-macam. Bisa preventif maupun pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.

Kepala DLH Kabupaten Rembang Purwadi Samsi menyarankan agar pihak perusahaan mengajak beberapa tokoh masyarakat setempat ke pabrik PT Malindoo Feedmil di daerah lain. Tujuannya, agar warga mengetahui secara langsung dampak dan pengelolaan lingkungannya. ”Tapi, pabrik yang sudah maju. Jangan yang baru setahun beroperasi,” tegasnya. (lid/ali)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia