Jumat, 19 Jan 2018
radarkudus
Rembang

Masalah Rollingdoor Dibawa ke Inspektorat

Selasa, 16 May 2017 09:00

Masalah Rollingdoor Dibawa ke Inspektorat

CEK PERENCANAAN: Bupati Rembang Abdul Hafidz mengecek dokumen perencanaan pembangunan kios di los Pasar Sarang yang menggunakan dana dari pedagang. (KHOLID KHAZMI/RADAR KUDUS)

SARANG – Meksipun Pasar Sarang telah diresmikan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz, tapi masih ada beberapa pedagang yang melayangkan protes. Mereka mempermasalahkan ketebalan rolling door yang dinilai tak sesuai spesifikasi. Senin (15/5) siang, sebanyak 16 pedagang dimintai keterangan oleh Inspektorat Kabupaten Rembang.

Sebenarnya, permasalahan rolling door telah mencuat ketika Bupati Rembang Abdul Hafidz melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Sarang beberapa hari jelang peresmian. Saat berdialog, ada beberapa pedagang yang mempertanyakan ketebalan rolling door.

Mereka menilai pintu yang dipasang memiliki ketebalan 0,6 milimeter. Sedangkan, sesuai perencanaan harusnya tebal rolling door itu 0,8 milimeter. Pedagang yang memprotes sempat membawa contoh potongan rolling door yang tebalnya 0,6 milimeter.

Hanya saja, bukti yang disodorkan itu mentah karena didapatkan dari toko bangunan. Bukan dari salah satu pintu yang telah terpasang. Mereka juga terus menerus mengeluh lewat pesan singkat kepada Bupati Rembang.

Kepala Inspektorat Kabupaten Rembang Fahrudin menjelaskan, pihaknya akhirnya memanggil para pedagang sesuai dengan instruksi dari bupati. Sebanyak 16 pedagang dimintai keterangan oleh Inspektorat pada Senin (15/5) siang.

Dia menjelaskan, selama ini memang belum ada laporan tertulis dari pedagang Pasar Sarang. Oleh karenanya, Inspektorat juga meminta para pedagang membuat laporan tertulis agar pihaknya bisa menindaklanjuti. ”Selama ini laporannya lewat pesan singkat ke Pak Bupati dan ketua DPRD,” ungkapnya.

Pemanggilan itu termasuk untuk memastikan kembali duduk permasalahan. Selain itu, Inspektorat juga memastikan yang kebenaran aduan yang disampaikan ke Bupati dan ketua DPRD. Termasuk, mengklarifikasi bahwa mereka benar-benar pihak yang dirugikan.

Pembangunan kios di los Pasar Sarang memang dibiayai oleh pedagang. Namun, Fahrudin memastikan pihaknya melakukan pemeriksaan langsung untuk mengecek kesesuaian hasil pekerjaan dengan perencanaan. ”Bagaimanapun itu kan berdiri di atas aset pemerintah,” imbuhnya. (lid/ali)

 

 

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia