Jumat, 19 Jan 2018
radarkudus
Blora

Bentuk Satgas Mafia Pangan

Senin, 15 May 2017 09:03

 Bentuk Satgas Mafia Pangan

AKP Heri Dwi Utomo (SUBEKAN/RADAR KUDUS)

 

KOTA – Guna mengantisipasi terjadinya penimbunan bahan pokok jelang Ramadan, pihak kepolisian membentuk Satuan Tugas (Satgas) Mafia Pangan. Satgas diketuai oleh Kasat Reskrim Polres Blora AKP Dwi Heri Utomo dan Kasat Intelkam sebagai wakilnya.

Ketua Satgas Mafia Pangan AKP Dwi Heri Utomo menjelaskan, pihaknya telah langsung terjun ke lapangan guna memastikan Blora aman dari hal-hal yang tidak diinginkan. Dia menyebutkan, sesuai surat perintah (Sprin) dari kapolres, Satgas terdiri dari gabungan Sat Reskrim, Sat Intel dan Sat Sabhara.

“Kami tadi bersama anggota sudah terjun ke pasar untuk mengetahui apa saja bahan pokok yang terjadi kenaikan jelang puasa ini,” jelasnya kemarin.

Menurutnya, dari hasil deteksi awal sementara di Pasar Induk Blora dan Pasar tradisional, harga bahan pokok di wilayah relatif masih aman. “Rinciannya, beras harga eceran terendah Rp 9.500 per kilogram dan harga eceran tertinggi Rp 10 ribu per kilogram,” terangnya.

Untuk gula pasir harganya mencapai Rp 13 ribu per kilogram, minyak goreng curah Rp10 per liter. Tepung terigu  Rp 6 ribuan  per kilogram, telur ayam ras  Rp 19 ribuan  per kilogram, bawang putih Rp 56 ribu, bawang merah Rp 25 ribu, garam Rp  15 ribu, susu kaleng Rp 10 ribu, gas elpiji 3 kilogram Rp 17 ribu.“Sementara ini harga sembako masih normal dan stok masih mencukupi,” jelasnya.

Dengan terbentuknya Satgas Mafia Pangan Kasatreskrim mewanti-wanti para pedagang dan tengkulak agar jangan sampai melakukan permainan harga ataupun menimbun bahan pangan.“Jangan sampai ada yang berupaya untuk mencari keuntungan pribadi dengan memainkan harga bahan pokok atau dengan menimbun maupun mengoplos, karena kami benar-benar akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya. (sub/ali)

 

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia