Jumat, 19 Jan 2018
radarkudus
Sepakbola

Ditahan Imbang, Euforia PSIR di Kandang pun Melayang

Jumat, 12 May 2017 15:39

Ditahan Imbang, Euforia PSIR di Kandang pun Melayang

DUEL KETAT: Pemain PSIS M Ridwan (putih-biru) dikawal sejumlah pemain PSIR. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

REMBANG – Laga kandang PSIR pada Liga 2 untuk kali kedua berakhir imbang. Keunggulan PSIR di menit ke-72 melalui Yoni Ustaf kemarin mampu dibalas tim tamu PSIS Semarang 14 menit kemudian.

Adalah Erik Dwi Ermawansyah yang membuyarkan harapan publik Kota Garam untuk bisa bersorak pada akhir laga di Stadion Krida kemarin. Konsentrasi pemain di menit-menit akhir masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemain dan pelatih PSIR.

Skor imbang 1-1 itu sama dengan hasil pertandingan kandang pertama ketika menjamu Persipur Purwodadi.

Bertindak sebagai tuan rumah, Laskar Dampo Awang-julukan PSIR-sebenarnya sudah berusaha mengambil inisiatif serangan dengan mengandalkan trio penyerang Koko Hartanto, Muslimin, dan Rudi Santoso. Namun yang terjadi, kubu tuan rumah justru lebih banyak mendapat penetrasi dari tim tamu.

Sementara, di skuad Laskar Mahesa Jenar-julukan PSIS-peran cukup dominan ditunjukkan pemain senior M. Ridwan yang banyak beroperasi di sektor kanan. Ya, di laga ini, sektor sayap kerap menjadi tumpuan tim Kota Atlas untuk melancarkan serangan.

Pelatih PSIS Subangkit mengaku target yang dipatok tim sebenarnya adalah tiga poin. Apalagi selama pertandingan timnya lebih mendominasi permainan. Namun, hasil tersebut dianggap sudah lumayan.

”Permainan kami menyerang terus sepanjang pertandingan, terutama di babak kedua,” ungkapnya.

Sementara itu, pelatih fisik PSIR David Prisma Nugraha mengakui konsentrasi pemainnya menurun di menit-menit akhir babak kedua. Hal itu tak lepas dari kondisi fisik yang belum prima pascalaga tandang ke Pontianak. ”Ada sedikit evaluasi, khususnya di lini belakang, agar lebih fokus lagi,” jelasnya. (lid/aji)

 

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia