Jumat, 19 Jan 2018
radarkudus
Rembang

Penghuni Lokalisasi Bingung Lunasi Utang

Jumat, 12 May 2017 09:11

Penghuni Lokalisasi  Bingung Lunasi Utang

SEPI PENGUNJUNG: Sejumlah warung di kompleks lokalisasi Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem sepi pengunjung setelah ada rencana di tutup. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

 

LASEM – Mucikari dan PSK di kawasan lokalisasi Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, mengaku kebingungan membayar utang di bank jika tempat mereka ditutup. Apalagi, semenjak ada rencana penutupan, warung-warung tempat usaha mereka sepi pembeli.

Kebingungan tersebut, kian bertambah jika nantinya beralih profesi, padahal sampai saat ini solusi dari pemerintah masih belum ada kejelasan. Utamanya, soal tali asih untuk membuka usaha baru.

Salah satu mucikari Yono menyebutkan, selama tiga bulan setelah tetapkan akan di tutup tempat usahanya sepi sekali pengunjung. Bahkan, menurutnya penurunan pengunjung hingga 98 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

”Kalau siang hari kadang masih ada pengunjung. Tapi kalau malam tidak ada yang mampir ke warung lagi,” ungkapnya Rabu lalu (10/5).

Menurutnya, sepinya pengunjung sebagian memang ada yang inisiatif pindah lokasi untuk bertahan mencari pelanggannya. Selain itu, banyak pengunjung yang takut jika sewaktu-waktu ada razia.

Yono mengaku, hingga kini masih kebingungan mencari usaha baru. Apalagi, saat ini dirinya sama sekali tak memiliki modal usaha. Karena harus menutup utang untuk modal usaha sebelumnya.

Dia mengaku, saat banyak pelanggan yang membutuhkan jasanya, dia mampu meraup komisi sekitar Rp 500 ribu per hari, namun  saat ini hanya mendapatkan uang 40 ribu. Uang itu merupakan bagian komisi yang diberikan dari sejumlah PSK.

Terkait program siraman rohani yang dilakukan pemerintah, dirinya enggan berkomentar banyak. Karena, semuanya diserahkan pada pribadi masing-masing. Namun dirinya pribadi sebenarnya masih tarik ulur. Sebab, berkaitan dengan kebutuhan menafkahi keluarga. Lebih-lebih modal yang selama ini diandalkan hanya mendapatkan pinjaman dari kredit bank. 

”Kalau nanti usai lebaran ditutup total. Kami pusing membayar bank. Begitu juga PSK yang rata-rata sudah berumur 30 tahunan ke atas, kemungkinan tidak dapat bayar pinjaman,” ungkapnya. (noe/ali) 

 

 

 

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia