Jumat, 19 Jan 2018
radarkudus
Grobogan

Buronan Curanmor Didor

Kamis, 27 Apr 2017 09:20

Buronan Curanmor Didor

MENUNJUK: Jumain (bercadar) dimintai keterangan Wakapolres Kompol Wahyudi Satrio Bintoro (kanan) dan Kasatreskrim AKP Eko Adi Pramono kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS )

PURWODADI – Satreskrim Polres Grobogan membekuk Jumain alias Proto, 34, warga Desa Kankung, Kecamatan Mranggen, Demak, kemarin. Buronan yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama tiga bulan ini saat hendak menjual mobil  Pikap L 300 hasil curian.

Penangkapan residivis tiga kali keluar masuk penjara ini di Desa Karangsono, Kecamatan Mranggen, Demak. Saat itu tersangka bersama temannya. Namun, temannya berhasil kabur dan menjadi buronan.

Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi Satrio Bintoro mengatakan, saat melakukan penangkapan sempat terjadi kejar-kejaran. Jumain membawa barang bukti mobil pikap L 300 hasil curian dari Salatiga. ”Saat kami amankan terpaksa melumpuhkan tersangka karena mencoba melarikan diri dan melawan petugas,” kata Kompol Wahyudi.

Aksi yang dilakukan Jumain diduga berkelompok. Bahkan, saat beraksi membawa senjata tajam dan tidak segan melukai korban. Selain itu, Jumain beberapa kali melakukan aksi pencurian motor di wilayah Grobogan. Dua rekannya saat melakukan aksi kejahatan tertangkap lebih dulu atau Januari lalu. Yakni, Faizin alias Bro, 28 dan Andi Fitriyanto alias Codot. Keduanya merupakan warga Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Demak. Mereka terpaksa ditembak kakinya karena berusaha kabur.

Pihaknya juga berhasil mengamankan Suwarto, 58, oknum perangkat Desa Jebol,  Kecamatan Mayong, Jepara. Dia diduga penadah hasil kejahatan yang selama ini dilakukan kedua pelaku. Barang bukti yang diamankan berupa sepeda motor Honda Vario nopol K 5090 ZZ.

Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Eko Adi Pramono menambahkan, hasil penyelidikan kelompok Jumain ini setidaknya beraksi delapan kali di Purwodadi. ”Saat menjalankan aksinya Jumain gunakan kunci L untuk membuka paksa gembok pagar. Untuk kendaraan mobil dan sepeda motor gunakan kunci T,” terang dia.

Jumain mengaku, sebelum mengambil sepeda motor atau mobil melakukan pengintaian terlebih dahulu. Hasil penjualan dua sepeda motor mencapai Rp 5,5 juta. ”Saya mengambil mobil L 300 karena tidak ada alarmnya dan mudah untuk mengemudikan serta menjualnya,” aku dia.

Salah satu korban Nuryani, warga Desa Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga mengaku, saat pencurian mencoba melawan. Karena menggunakan senjata tajam, dia meminta bantuan kepada warga sekitar. ”Lalu saya dapat kabar kendaraan bisa ketemu saya merasa senang bisa meneruskan usaha kembali,” aku pengusaha kerupuk tersebut. (mun/ris)

 

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia