Jumat, 19 Jan 2018
radarkudus
Kudus
13 Siswa SMA Muhammadiyah Kudus Pertukaran Pelajar di Thailand

Ada yang Sempat Tidak Diizinkan Ikut

Minggu, 19 Mar 2017 10:00

Ada yang Sempat Tidak Diizinkan Ikut

STUDENT EXCHANGE: Para pelajar SMA Muhammadiyah Kudus yang akan berangkat ke Negeri Gajah Putih foto bersama di sekolah. (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Kegiatan pertukaran pelajar yang dilakukan SMA Muhammadiyah Kudus bukan sekadar untuk mengikuti tren. Tapi juga memberikan pengalaman penting bagi para siswa. Saat ini ada 13 siswa sekolah itu yang bersiap menuju Bangkok, Thailand.

 

INDAH SUSANTI, Kudus

 

PENASARAN. Kalimat itu diungkapkan salah satu siswa yang masuk daftar pertukaran pelajar, Khoirin Nisa, saat ada koordinasi tim di ruang kepala sekolah. Ia sebelumnya sudah pernah ikut kegiatan yang sama, namun di negara berbeda.

Siswa kelas XI IPA-3 itu tahun lalu berkesempatan ke Malaysia untuk agenda yang sama. ”Tujuan saya ikut pertukaran pelajar lagi karena ingin menyaring konsep pembelajaran di beberapa negara. Saya sudah tahu karakter sekolah di Malaysia, siswanya on time dan disiplinnya tinggi. Pembelajarannya banyak diskusi,” ujarnya. Kala itu, Nisa mengikuti program tersebut selama satu pekan.

’’Meski cukup singkat, tapi sangat bermanfaat,” ujarnya.

Terkait rencana ke Thailand, Nisa mengaku penasaran karena kabarnya di sana budayanya unik. Selain itu, siswa yang mahir berbahasa Inggris masih terbatas.

”Itung-itung sambil belajar bahasa Thailand. Kalau di Malaysia kan banyak yang bisa bahasa Melayu dan bahasa Inggris juga lancar, jadi saya tidak merasa kesulitan,” terangnya.

Sementara itu, teman satu tim Nisa lainnya, Avilda Afiariska dari kelas X juga mengaku penasaran. Apalagi ini kali pertama dia ikut program pertukaran pelajar.

Pelajar asli Pekalongan ini sempat tidak diizinkan ibunya ikut. Namun setelah diberi pengertian dan penjelasan langsung dari kepala sekolah, akhirnya diperbolehkan. Avilda rencananya akan membawa batik khas Pekalongan untuk cenderamata di Sainampeung School yang akan disinggahi.

”Teman-teman yang lain juga berencana membawa oleh-oleh khas daerah masing-masing,” tandasnya.

Sementara itu, tim yang akan berangkat ke Thailand, setiap hari berlatih tari sampan, pencak silat, dan presentasi terkait budaya yang ada di sekolah maupun Kabupaten Kudus. Kepala SMA Muhammadiyah Kudus Mochamad Hasan mengatakan, student exchange ini merupakan sarana mengembangkan wawasan dan kebahasaan.

’’Mereka akan berangkat ke Bangkok awal April didampingi guru pembina Bu Kristiana,” ujarnya.

Dikatakan, para siswa tersebut nantinya akan mengikuti kelas bersama dengan siswa Thailand. Agendanya ada belajar memasak, pertukaran budaya, dan saling tukar bahasa. ’’Sekolah juga telah membekali peserta didik dengan kemampuan akademik, kemampuan bahasa Inggris dan juga budaya,” ungkapnya.

Ditambahkan, program pertukaran pelajar ini juga bisa bermanfaat untuk menjalin silaturahmi serta pertukaran budaya dan informasi yang akan berguna bagi kualitas sekolah.

Hasan berharap, ilmu atau pengalaman yang didapat peserta didik ini bisa diterapkan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya di sekolah asal.

”Kuota sesuai permintaan masing-masing negara. Kalau Thailand ini minta 20 siswa. Siswa kami berjumlah 13 dan tujuh lainnya dari SMAN 2 Kudus. Kalau siswa kami banyak peminatnya dan perlu seleksi,” ungkapnya. (*/aji)

 

 

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia