Jumat, 19 Jan 2018
radarkudus
Ekonomi Bisnis

Tebar 262 Ribu Benih Ikan di Embung

Jumat, 17 Mar 2017 15:34

Tebar 262 Ribu Benih Ikan di Embung

TEBAR BENIH IKAN: Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan menebar 262 ribu benih ikan di embung Desa Tunggak, Toroh, kemarin. (INTAN M SABRINA/RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan menabur sebanyak 262 ribu benih ikan berbagai jenis di empat lokasi embung. Penebaran benih dilakukan dengan tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kepala Disnakkan Grobogan drh Riyanto mengatakan, ada empat lokasi penebaran, yakni embung Desa Tunggak Kecamatan Toroh kemarin; Desa Pengkol Kecamatan Penawangan pada Selasa (21/3); Desa Crewek Kecamatan Kradenan pada Kamis (23/3); dan Desa Tunggulrejo Kecamatan Gabus pada Kamis (30/3).

”Ada berbagai jenis ikan yang ditebarkan. Di antaranya, nila, karper, dan tawes. Di embung Kecamatan Toroh, Penawangan, dan Kradenan, diisi sebanyak 65 ribu. Sedangkan di Kecamatan Gabus akan diisi sebanyak 67 ribu,” jelasnya.

Menurut Riyanto, tahun ini ditarget bisa menebarkan benih ikan sebanyak 500 ribu dengan berbagai jenis. ”Sementara ini baru bisa 262 ribu benih. Namun di perubahan anggaran akan melakukan penambahan mencapai 500 ribu bibit yang akan disebar di perairan umum ini,” imbuhnya.

Embung dan waduk merupakan sasaran utamanya dalam mempertahankan sumber daya hayati perikanan ini. Selain itu, tujuan lainnya meningkatkan ketersediaan protein hewani. Sebab tingkat komsumsi ikan oleh masyarakat masih terbilang rendah.

”Terpenting pada restocking yang diadakan setiap tahunnya ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Namun mereka juga harus mengikuti aturan yang sudah ditentukan dalam pengambilan ikan,” tegasnya.

Di antaranya, setelah penebaran benih harus menunggu kurang lebih tiga bulan untuk dapat mengambil ikan. Bahkan mengambil dilarang memakai listrik, jala, maupun racun. Karena akan merusak ekosistem ikan.

“Saat ini yang menjadi kendala kepatuhan masyarakat, di mana belum waktunya dipanen malah diobati maupun diambil. Selain itu, kendala lainnya saat masuk musim kemarau air akan surut. Sedangkan ikan akan habis diambil, setelah musim hujan harus kembali melakukan penyebaran benih,” keluhnya. (int/lil)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia