Jumat, 19 Jan 2018
radarkudus
Feature
Iseh Muhammad Asnawi, Wakili Jawa untuk Pertukaran Pelajar Sabang Merauke

Selepas Pulang Sekolah Bantu Ayah Mencangkul di Sawah

Jumat, 05 Aug 2016 06:00

Selepas Pulang Sekolah Bantu Ayah Mencangkul di Sawah

PRESTASI: Iseh Muhammad Asnawi (tengah) bersama Kepala SMPN 1 Kaliwungu Damiri dan guru pembina Wiji Lestari menunjukkan surat program pertukaran pelajar Rabu (3/8). (INDAH SUSANTI/RADAR KUDUS)

Semangat belajar siswa SMPN 1 Kaliwungu ini luar biasa. Berasal dari keluarga tidak mampu, Iseh Muhammad Asnawi terpilih mewakili siswa se-Jawa untuk program pertukaran pelajar antardaerah seribu anak bangsa merantau untuk kembali (Sabang Merauke).

INDAH SUSANTI, Kudus

SEDERHANA dan santun diperlihatkan siswa kelas IX SMPN 1 Kaliwungu Iseh Muhammad Asnawi. Rabu (3/8) lalu dia memakai seragam OSIS dan mengenakan dasi biru. Saat memasuki ruang kepala sekolah, dia memberikan salam. Dia juga mencium tangan kepala sekolah dan guru pembina yang ada di ruangan tersebut.

Gaya bicara ketua OSIS ini juga tegas dan mantap. Di tengah gaya itu, dia memiliki prestasi. Baru-baru ini dia terpilih mewakili siswa se-Jawa dalam program pertukaran pelajar antardaerah seribu anak bangsa merantau untuk kembali (Sabang Merauke). Dia akan berbaur dengan siswa lain se-Indonesia.

”Saya awalnya diberi tahu Bu Wiji Lestari (guru pembina) kalau ada pendaftaran program pertukaran pelajar. Saya mencoba mendaftar dan mengumpulkan persyaratan sekitar Juni. Salah satunya menulis easy,” jelasnya.

Asnwi panggilan akrabnya bercerita pertengahan Juli ada pengumuman. Dia masuk 100 besar. Akhirnya ikut tes wawancara. Namun, tesnya via telepon. Dia dicecar berbagai pertanyaan. Sempat grogi, namun berusaha menjawab dengan tegas.

”Saya ditelepon panitia Sabang Merauke dan pertanyaanya waktu itu seputar pendapat mengenai budaya lokal, hobi, cita-cita, dan disuruh menggambarkan kepribadian. Saya ceritakan apa adanya, termasuk kondisi wilayah tempat tinggal yang sering terkena banjir,” terangnya.

Dia menjelaskan, kegiatan yang diikuti saat mengikuti pertukaran pelajar, di antaranya, toleransi, pendidikan dan ke-Indonesia-an. Asnawi mengatakan, berangkat hari ini (5/8) hingga Minggu (28/8) mendatang.

”Selama kegiatan saya tinggal di Family SabangMerauke dari keluarga suku Batak beragama nonmuslim. Jadi, diacak dari Jawa harus mengenal budaya dari suku lainnya. Saya sudah mempersiapkan materi tentang kebudayaan Kudus dan umumnya tentang Jawa Tengah,” jelas cowok berusia 14 tahun.

Warga RT 4 RW 3 Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan Kecamatan Kaliwungu ini mengaku, berasal dari keluarga yang sederhana. Untuk itu, setelah pulang sekolah membantu ayahnya di sawah, seperti mencangkul dan ngarit. Bahkan, sejak duduk dibangku kelas VIII dia ikut membuat batu bata. (*)

Baca Selengkapnya Jawa Pos Radar Kudus.

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia