Jumat, 19 Jan 2018
radarkudus
Ekonomi Bisnis

Recovery OSL dan Omzet Pegadian Meningkat

Kamis, 04 Aug 2016 06:00

 Recovery OSL dan Omzet Pegadian Meningkat

TERJADI PENINGKATAN: Nasabah mendapatkan pelayanan di loket Pegadaian Cabang Jepara baru-baru ini. (KHOLID KHAZMI/RADAR KUDUS)

JEPARA – Momen Idul Fitri yang bersamaan dengan tahun ajaran baru di sekolah berpengaruh pada jumlah gadai di Pegadaian. Di antaranya Pegadaian di Jepara. Semua cabang baik di kecamatan mengalami kenaikan gadai sebulan terakhir.

Kepala Pegadaian Cabang Jepara Agus Purwadi mengakui, adanya tren positif gadai pada momen Lebaran kemarin. Selain jumlah gadai yang meningkat di semua kantor Pegadaian, proses recovery out standing loan (OSL) atau pengembalian saldo pinjaman terhitung cepat.

Dia mencontohkan, tahun ini recovery OSL mencapai plus 5 persen dalam waktu kurang dari sebulan. Itu berbeda dengan tahun lalu yang membutuhkan waktu selama dua bulan recovery OSL untuk mencapai nilai plus. ”Peningkatan drastis OSL itu, karena banyak barang yang ditebus dalam kurun waktu satu bulan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Namun, khusus untuk Juli lalu, ada penurunan di sektor OSL sebesar 4 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya. Itu disebabkan karena momen Lebaran yang bersamaan dengan tahun ajaran baru. “OSL-nya memang ada penurunan, tapi recovery OSL-nya terhitung cepat,” ungkapnya.

Peningkatan juga terjadi pada omzet Juli lalu. Dibanding dengan Mei, Juli ada peningkatan 8 persen. Sedangkan pada Juni, naik 10 persen.

Menurutnya, jenis barang yang digadaikan masih didominasi perhiasan emas. Itu juga dipengaruhi harga emas yang naik sejak empat bulan lalu. ”Sebelum Lebaran naiknya sudah cukup tinggi,” jelasnya.

Dia menambahkan, Pegadaian masih menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan uang dengan jaminan barang. Selain prosesnya mudah, jangka waktu yang diberikan untuk menebusnya juga lama. ”Waktu tebusan biasanya empat bulan. Tapi kalau dalam waktu itu belum dapat ditebus, bisa diperpanjang. Beda dengan angsuran, kalau sebulan tidak ngangsur pasti ditagih,” jelasnya.

Di Jepara, peningkatan gadai tertinggi ada di Pegadaian Cabang Jepara dibanding dengan kantor Pegadaian di kecamatan lain. Namun, dari beberapa kantor di tingkat kecamatan, Pegadian Cabang Bangsri dan Mlonggo menjadi yang tertinggi peningkatannya. ”Kalau di kota nasabahnya mayoritas industri. Sedangkan di Bangsri dan Mlonggo itu kebanyakan petani,” imbuhnya. (lid/lin)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia