Rabu, 25 Apr 2018
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
Persik Kediri (0) Vs (1) PSIR Rembang

Kami Juga Kecewa

Kapten Bima Ragil Mohon Maaf ke Warga Kediri

Rabu, 18 Oct 2017 15:24 | editor : Adi Nugroho

JATUH KE LIGA 3: Kapten tim Bima Ragil menelungkupkan badannya usai timnya kebobolan di menit-89. Kekalahan satu gol itu membuat Persik harus berlaga di Liga 3 musim depan.

JATUH KE LIGA 3: Kapten tim Bima Ragil menelungkupkan badannya usai timnya kebobolan di menit-89. Kekalahan satu gol itu membuat Persik harus berlaga di Liga 3 musim depan. (RINO HAYYU SETYO - RadarKediri/JawaPos.com)

SIDOARJO - Tak hanya Persikmania yang merasa kecewa dengan kegagalan Persik bertahan di Liga 2. Para pemain pun merasakankekecewaan dengan kekalahan tipis melawan PSIR Rembang di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, kemarin sore.

Kekecewaan itu bahkan sangat berat. Kapten tim Bima Ragil pun tak kuasa mengatakan kata-kata saat diwawancarai Jawa Pos Radar Kediri. Yang keluar dari mulutnya hanyalah permohonan maaf. Maaf kepada seluruh warga Kediri yang selama ini berharap banyak pada mereka.

“Saya pribadi, dan seluruh tim, mohon maaf sebesar-besarnya kepada semua lapisan masyarakat Kediri. Juga kepada elemen Persik karena tidak bisa bertahan di Liga 2,” ucapnya.

Bima Ragil mengaku kecewa dengan hasil laga kemarin. Walaupun dia menegaskan bahwa dirinya dan rekan-rekannya telah berusaha keras untuk memenangkan pertandingan. Sayang, hasil yang diperoleh ternyata tak sesuai dengan ekspektasi.

Pemain 27 tahun ini mengakui jika seluruh warga Kediri sangat kecewa. Termasuk semua pemain. Karena mereka punya komitmen untuk mempertahankan gelar juara yang pernah disandang Persik Kediri.

Akan tetapi usaha maksimal itu belum bisa membawa nama besar Persik merebut tiket bertahan pada play off kali ini. “Tentu kami juga kecewa. Tapi hasilnya demikian,” terangnya.

Sedangkan CEO Persik Kediri Fauzan Adima yang turut mendampingi kesebelasan Macan Putih ini enggan berkomentar tentang nasib skuad ini ke depan. “Langsung ke manajer saja Mas,” sambung Fauzan saat ditemui koran ini.

Begitu pula dengan Anang Kurniawan. Ia tidak mau menjawab pertanyaan wartawan. Dan mengajak semua pemain untuk segera masuk ke bus. Ia hanya melempar senyum kepada sejumlah wartawan yang menunggu di depan ruangan pemain.

Sementara itu, Persikmania juga mempertanyakan jargon ‘Menembus Batas Juara’ yang diusung sejak awal musim ini. Mereka menganggap jargon itu hanya untuk menarik perhatian suporter agar mau mendukung Persik Kediri. “Kalau selama ini hanya jualan kaos dan aksesoris untuk mencari untung manajemen,” gerutu salah seorang suporter.

Sepertinya suporter masih belum bisa move on dari hasil kemarin. Hal itu wajar karena mereka terus memberikan dukungan kepada tim kesayangannya.

(rk/noe/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia