Rabu, 18 Oct 2017
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
Persik Kediri 0 vs 0 FC Yahukimo

Dua Penalti Sia-Sia, Riono Kecewa Berat

Kamis, 12 Oct 2017 10:36 | editor : Adi Nugroho

persik vs yahukimo - radar kediri

IMBANG: Slamet Hariadi, striker baru Persik dihadang pemain Yahukimo dalam pertandingan tadi malam. (RINO HAYYU SETYO – RadarKediri/JawaPos.com)

SIDOARJO - Ambisi Persik Kediri meraih poin penuh kandas sudah. Dalam laga pertama Grup F babak play off Liga 2, Persik harus puas bermain imbang dengan skor kacamata melawan FC Yahukimo kemarin di Stadion Gelora  Delta Sidoarjo. Membuat perjuangan mereka bertahan di Liga 2 semakin berat saja.

Lebih menyesakkan, skuad Macan Putih sejatinya punya peluang menang sangat besar. Dua kali mereka mendapatkan hadiah tendangan penalti. Sayangnya dua kali pula tendangan para algojo Persik mentah di tangan kiper FC Yahukimo.

“Saya kecewa sekali. Serangan tajam tapi tidak membuahkan gol sama sekali,” keluh coach Riono Asnan usai pertandingan.

Hasil imbang tersebut membuat Persik harus bekerja lebih keras lagi dalam pertandingan berikutnya. Yaitu menghadapi PS Timah Babel (14/10) dan PSIR Rembang (17/10). Bila ingin tetap bertahan Persik harus menjadi juara grup. Bila hanya runner up maka poin Persik akan diperbandingkan dengan runner up yang lain.

Kembali ke pertandingan tadi malam, Persik mendapatkan dua kali penalti. Yaitu pada menit ke-44 dan ke-46. Dua eksekutor yang ditunjuk adalah Bima  Ragil dan Abdul Rahman Abanda. Sayang keduanya gagal mengkonversi peluang itu menjadi gol.

Sejak awal pertandingan ditiup wasit Juhandri Setiana asal Pontianak pasukan Macan Putih terus melakukan tekanan. Bertubi-tubinya serangan membuat bek Yahukimo juga sering melakukan pelanggaran. Salah satunya yang dilakukan Deni Tabuni pada Arif Yanggi. Pelanggaran itu terjadi di area terlarang. Sayang tendangan keras Bima Ragil bisa dibaca kiper Agus Salim. Sang kiper dengan cermat menepis tendangan ke pojok kanan tersebut.

Babak kedua, determinasi Persik tak surut. Serangan demi serangan dibangun. Hasilnya, mereka kembali mendapat hadiah penalti. Penyebabnya, crossing Slamet ‘Larso’ Hariadi terhenti di tangan pemain Yahukimo. Lagi-lagi, pemain Persik gagal mengonversinya jadi gol. Kali ini aktornya adalah Abanda. Tendangannya kembali ditepis kiper Yahukimo.

Melihat permainan yang mandul, coach Rio geram. Pada menit ke-58 Bima ditarik keluar, digantikan Beni Oktovianto. Hasilnya, tiga kali peluang diperoleh Si Mandau –julukan Beni. Tapi semuanya melebar.

Perubahan kembali terjadi. Larso ditarik dan digantikan Septian Bagaskara. Bagas sempat membuat peluang ketika tendangannya dari luar petak penalt hanya bisa diblok Agus Salim. Bola pantul itulah yang mengarah ke kaki Arif Yanggi. Sayang, sontekan pemain Persik itu melambung tipis.

“Kami akan siapkan lagi. Lini depan harus lebih tajam dan membuahkan gol,” tandas Rio usai pertandingan.

Hasil imbang itu juga membuat Ungky Prasetya, pelatih FC Yahukimo, kecewa. Ia menilai wasit berpihak pada Persik. Buktinya adalah dua penalti tersebut. “Saya akan laporkan ke PT LIB dan Komdis PSSI,” ancam Ungky.

(rk/noe/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia