Senin, 23 Apr 2018
radarkediri
icon featured
Politik
Fasilitas Penunjang Rusunawa di Kediri

Bangun Hutan Mini dan Taman Bermain

Kamis, 12 Oct 2017 10:29 | editor : Adi Nugroho

rusunawa - radar kediri

REALISASI: Pekerja mulai membangun ruang terbuka hijau fasilitas pendukung rusunawa di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota Kediri. (DINA ROSYIDHA- RadarKediri/JawaPos.com)

KEDIRI KOTA – Pemkot mulai membangun fasilitas pendukung rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Salah satu yang masih dalam proses pengerjaan adalah pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan gerbang masuk hunian masal di Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota Kediri itu.

Musala juga masih dalam proses pembangunan. “Kita targetkan selesai akhir tahun ini,” terang Hadi Wahjono, kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Kediri, kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dia menjelaskan bahwa RTH menjadi prioritas pembangunan di kawasan rusunawa tahun ini. Pasalnya, para penghuni bangunan lima lantai tersebut tidak memiliki halaman. Sehingga  RTH menjadi salah satu fasilitas paling penting. “Saat ini sedang proses pembangunan,” tambahnya.

Nantinya RTH bisa dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai, bersosialisasi dengan tetangga, serta tempat bermain sekaligus belajar anak. Makanya ada beberapa bagian yang akan dimanfaatkan untuk RTH. “Salah satunya adalah hutan mini,” ujar Hadi.

Di atas lahan dengan seluas sekitar 50 meter x 80 meter itu juga dibangun amphiteather atau panggung permanen sederhana. Panggung tersebut nantinya bisa dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan warga. Di beberapa sisi juga dibangun tempat duduk permanen.

Bahkan warga bisa memanfaatkan RTH untuk berolahraga. Makanya dibangun pula jogging track yang dibuat berkelok di halaman tengah kawasan rusunawa. Memang luasnya jalur berlari tidak terlalu lebar. Meski demikian, menurut Hadi, bentuknya tetap dibuat artistik sehingga menunjang tampilan RTH.

“Gambar detail engineering design (DED)-nya sedang kami perbaiki. Nanti kita tunjukkan jika sudah selesai,” tandasnya kepada wartawan koran ini.

Tidak hanya RTH, rusunawa nantinya akan dibuat seperti perumahan rakyat. Sehingga gerbang depannya dibuat dengan desain yang sudah seperti perumahan pada umumnya.

Dengan adanya gerbang yang bagus, Hadi berharap, warga yang tinggal di dalamnya tidak kalah nyaman dengan para penghuni perumahan milik swasta. Makanya diharapkan para penghuni nantinya memiliki kesadaran lebih besar untuk menunaikan kewajibannya membayar sewa tepat waktu.

“Salah satunya adalah pembayaran uang sewa bulanan maupun menaati aturan di rusunawa,” tegasnya.

Untuk diketahui, tarif sewa setiap unit di setiap lantainya berbeda-beda. Tarif sewa di lantai I dan II dibebani biaya Rp 120 ribu. Sedangkan di lantai III dan IV Rp 110 ribu. Sedangkan di lantai teratas, yakni lantai V lebih murah, Rp 100 ribu per bulan.

Sampai saat ini ada dua twin block yang sudah terisi penuh. Yakni blok A yang berada di sisi utara dan blok B tepat di sisi barat blok A. Masing-masing terdiri atas 96 unit. Sedangkan blok C, D, dan E masih dalam proses perbaikan.

Musala dan juga pelebaran jalan masuk kawasan rusunawa juga masih dalam proses pembangunan. Seluruh fasilitas penunjang tersebut diperkirakan selesai pertengahan Desember nanti.

“Kita upayakan perbaikan hunian bisa selesai lebih cepat agar akhir tahun sudah bisa ditempati semua,” pungkasnya.

(rk/dna/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia