Minggu, 22 Apr 2018
radarkediri
icon featured
Show Case
Seminar Motivasi Nasional Entrepreneur

Ingin Sukses, Jangan Pacaran

Mr Syafii Efendi Sukses Sihir Ratusan Pelajar

Jumat, 22 Sep 2017 21:42 | editor : Adi Nugroho

SEMANGAT: Pengusaha muda dan motivator Syafii Efendi memotivasi ratusan pelajar yang mengikuti seminar motivasi nasional entrepreneur dahsyat di Gedung Juang 45, kemarin.

SEMANGAT: Pengusaha muda dan motivator Syafii Efendi memotivasi ratusan pelajar yang mengikuti seminar motivasi nasional entrepreneur dahsyat di Gedung Juang 45, kemarin. (Ahmad Syaifudin - RadarKediri/JawaPos.com)

NGANJUK - “Jika ingin sukses jangan pacaran, tinggalkan saja pacarmu!”. Kalimat pertama yang diucapkan oleh Syafii Efendi dalam seminar Motivasi Nasional Entrepreneur Dahsyat di Gedung Juang 45 Nganjuk kemarin, sukses mengundang perhatian ratusan pelajar yang mengikuti seminar tersebut. 

          Bagi pengusaha muda sekalis motivator itu, hal tersebut memang menjadi kunci kesuksesan. Di depan para pelajar, Syafii meminta agar mereka tidak lagi berpacaran jika ingin meraih kesuksesan. “Tinggalkan kebiasaan menonton sinetron agar memiliki karakter yang hebat,” lanjutnya.

          Pria berusia 26 tahun ini mengatakan, pacaran bukanlah budaya Indonesia. Melainkan, budaya asing yang membawa dampak negatif pada generasi muda. “Bikin dosa jelas. Saya paling nggak suka ada orang yang kurang sejahtera tapi pacaran. Hidup ini sudah pahit, Jon. Jangan dibikin makin pahit dengan pacaran,” pinta Syafii.

          Syafii juga mengingatkan para peserta seminar agar tidak terlena. Sebab, dengan maraknya sosial media (sosmed), para pelajar bisa dengan mudah mendapatkan contoh yang kurang baik. Di sosmed, anak-anak remaja dicekoki tentang bagaimana cara selingkuh yang baik dan benar. “Cara merebut harta warisan yang baik dan seterusnya,” terang Syafii memberikan contoh lainnya.

          Di era teknologi seperti sekarang, menurut Syafii mental para pemuda harus diperkuat. Sebab, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah berjalan. Tenaga asing sudah masuk ke Indonesia. “Tetapi anak muda kita masih asyik dengan pacaran. Main-main yang tidak bermanfaat. Ini ancaman bagi masyarakat Indonesia,” katanya mengingatnya.

          Untuk diketahui, seminar yang dimulai sekitar pukul 15.00 ini bukan hanya berisi ceramah belaka. Melainkan, para peserta diajak mempraktikkan game-game seru untuk memotivasi.

Salah satunya, dengan mempraktikkan permainan yang menuntut konsentrasi dan kekompakan. Yaitu, peserta diminta menepuk pundak teman yang ada di sampingnya sembari berkata, “Kan sudah aku bilang, kalau mau sukses putuskan saja pacarmu,”

          Ketua panitia seminar Dwi Prasetyo mengatakan, seminar kemarin sengaja digelar sebagai wujud keprihatinan terhadap pergaulan generasi muda. Terutama yang ada di Nganjuk. Menurutnya, semakin hari semakin buruk.

          Generasi muda Nganjuk, kata Dwi, sudah mulai banyak yang kebablasan

dalam memanfaatkan media sosial maupun media lain. “Kami ingin membuat para pemuda Nganjuk mempunyai planning  yang jelas untuk kehidupan mereka kedepannya. Bukan hanya untuk bersenang senang,” terang Dwi.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia