Sabtu, 25 Nov 2017
radarkediri
icon featured
Features
Kontes Ternak di Kediri

Wow, Sapi Beratnya Melebihi Avanza

Kamis, 14 Sep 2017 19:11 | editor : Adi Nugroho

‘SEKSI’: Peserta mengondisikan sapi simental untuk ditimbang beratnya dalam kontes ternak di Lapangan Banyakan, kemarin. Ratusan peserta meramaikan event tahunan ini.

‘SEKSI’: Peserta mengondisikan sapi simental untuk ditimbang beratnya dalam kontes ternak di Lapangan Banyakan, kemarin. Ratusan peserta meramaikan event tahunan ini. (M. FIKRI ZULFIKAR - RadarKediri/JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN - Pernah melihat langsung sapi yang bobotnya melebihi mobil-mobil low MPV sekelas Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia? Hari ini menjadi kesempatan terakhir untuk menyaksikannya secara terbuka. Lokasinya di Lapangan Desa Banyakan, Kecamatan Banyakan.

Sejak dibuka kemarin, Kontes Hewan Ternak yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri itu memikat perhatian ribuan orang. Mereka datang silih berganti untuk menyaksikan hewan-hewan ternak yang sehat dan berukuran jumbo.

Yang menjadi pusat perhatian tentu saja sapi superjumbo. Salah satunya milik Hendro Guritno, warga Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo. Sapi itulah yang beratnya melebihi mobil-mobil seperti Daihatsu Xenia, Toyota Avanza, Honda Mobilio, maupun Suzuki Ertiga.

Jika berat kosong mobil-mobil tersebut tak sampai 1,2 ton, sapi milik Hendro justru mencapai 1,3 ton. “Ini membuktikan bahwa potensi ternak di Kabupaten Kediri luar biasa,” ujar Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih kepada wartawan koran ini kemarin.

Untuk diketahui, kontes digelar dua hari. Mulai kemarin (13/9) hingga hari ini (14/9). Diikuti 128 peserta dari 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri, total ada 26 kategori penilaian. Di antaranya kategori sapi peranakan ongole (PO) dan kategori sapi persilangan (crossing) hasil inseminasi buatan. “Masing-masing kategori, penilaiannya berbeda,” terang Tutik yang kemarin membuka kontes.

Jurinya berasal dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Islam Kadiri (Uniska), serta Dinas Peternakan Jatim. Mereka langsung melakukan pemeriksaan begitu hewan-hewan diregistrasi. Mulai mengukur berat hewan di timbangan hingga melihat beberapa bagian tubuhnya.

Hal itu dilakukan bukan sekadar untuk mengecek kesehatannya. Akan tetapi, juga melihat ‘keseksiannya’. Semakin ‘seksi’ semakin tinggi nilainya. “Jadi, tidak hanya beratnya. Tapi, juga kesehatan hingga postur tubuhnya yang menarik ikut dinilai,” jelas Tutik yang juga dokter hewan tersebut. Hasilnya, akan diumumkan hari ini.

Makanya, tak heran jika kontes hewan itu memikat perhatian banyak pengunjung. Apalagi untuk menontonnya tak perlu keluar biaya alias gratis. Bukan hanya masyarakat umum yang datang. Akan tetapi, juga para pelajar.

Seperti saat pembukaan kemarin, sejumlah bocah berseragam sekolah dasar (SD) terlihat berkeliling dari satu kandang ke kandang lain. Mereka bergantian menyaksikan sapi-sapi jenis lokal, ongole, simental, maupun limousine.

Para pelajar itu sengaja diajak gurunya ke sana untuk belajar. Mengenali jenis-jenis sapi yang bisa dikembangbiakkan di Kediri. “Kami memang berharap, selain menjadi ajang pertemuan dan sharing tahunan antarpeternak, kontes ini juga menjadi ajang edukasi ke masyarakat tentang potensi peternakan di Kabupaten Kediri,” tandas Tutik.

Bukan hanya tentang hewan ternaknya. Akan tetapi juga pengembangan produk olahannya. Seperti yoghurt dan keju mozzarella. DKPP sudah beberapa kali menggelar pelatihan untuk hal itu. Hasil olahan tersebut turut dipamerkan dalam kontes kemarin.

Camat Banyakan Hari Utomo mengapresiasi wilayahnya dipakai untuk lokasi kontes hewan ternak tahun ini. Hal itu cukup menguntungkan karena masyarakatnya menjadi lebih teredukasi tentang peternakan. “Warga kami juga bisa terpacu untuk mengembangkan hewan ternaknya menjadi lebih baik,” tuturnya yang kemarin juga didampingi Kades Banyakan Agung Sutrisno.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia