Senin, 25 Sep 2017
radarkediri
Features

Sampai Rela Tidur di Kandang, Istri pun Cemburu

Berhasil Gemukkan Sapi hingga 1,3 Ton

Kamis, 14 Sep 2017 19:04 | editor : Adi Nugroho

RAKSASA: Sapi Bujangganong milik Hendro Guritno yang sempat dilirik Presiden saat ikut Kontes Ternak di lapangan Banyakan, kemarin.

RAKSASA: Sapi Bujangganong milik Hendro Guritno yang sempat dilirik Presiden saat ikut Kontes Ternak di lapangan Banyakan, kemarin. (M. FIKRI ZULFIKAR - RadarKediri/JawaPos.com)

Keuletan dan ketelatenan Hendro Guritno memelihara ternaknya berbuah prestasi. Tak hanya berbodi jumbo, sapinya juga kerap juara. Salah satunya meraih juara II kontes lembu se-Jawa Timur. Apa resepnya?

=======================

Di akhir registrasi sapi dalam Kontes Ternak 2017 di lapangan Desa/Kecamatan Banyakan, Rabu kemarin (13/9), tampak dua lembu begitu menarik perhatian pengunjung. Itu karena ukurannya jumbo di atas rata-rata. Beratnya di atas satu ton.

Dua sapi raksasa tersebut milik Hendro Guritno. Dia peternak sekaligus petugas inseminasi buatan (IB) asal Desa Deyeng, Kecamatan Ringinrejo. Dalam kontes itu, Hendro memang mengandalkan sapi jenis limosin yang diberinya nama Bujangganong. Beratnya mencapai 1.326 kilogram (kg) atau 1,3 ton.

Selain itu, dia juga membawa sapi jenis simental bernama Den Bagus Guritno. Beratnya juga tak kalah ekstrem, 1.278 kg atau 1,2 ton. “Ya karena petugas IB, saya harus contohkan dengan perawatan yang maksimal juga akan menghasilkan sapi bagus pula,” terangnya.

Tidak ada perbedaan khusus dalam perawatan. Sapi diberi makan dan dimandikan dua kali sehari, pagi dan sore. Namun, Hendro menekankan protein dari rumput yang porsinya lebih banyak. Itu dibanding makanan tambahan seperti dedak gamblong.

“Porsinya pun harus seimbang, tidak boleh terlalu banyak. Sehingga sapi-sapi ini gemuk bukan karena makannya yang banyak atau diglonggong air. Tapi seimbang dan pas,” papar pria yang sudah empat tahun berhasil menggemukkan sapi hingga lebih satu ton ini.

Hendro memilih pedet (anak lembu) unggul yang berumur 12 bulanan. Dari situ dia terus cermati agar unggul. Sehingga saat berumur lima tahun bisa seperti Bujangganong dan Den Mas Guritno.

Ciri pedet unggul yang dicermatinya mulai dari panjang hingga warna bulunya. Bentuk kepala hingga testis pun mempengaruhi kualitas. Walaupun mampu menggemukkan, Hendro juga mencari pedet yang berbadan besar dan tampilannya menarik. “Berat saja belum cukup Mas, kegantengan tampilan juga menjadi prioritas saya,” ungkap bapak satu anak ini.

Hendro memahami penggemukan sapi yang bagus dan sehat dari bangku kuliahnya. Sejak kelas 3 SD, ia biasa menggembala. Pada 2014 peternak ini pernah memiliki 29 ekor sapi. Ukurannya pun ekstrem. “Ya mulai dijuali Mas. Karena kerap sapi-sapi saya dibeli para kolektor. Paling jauh saya jual hingga Jakarta,” urai pria 39 tahun ini.

Perawatannya intensif dan penuh kasih sayang. Hendro mengibaratkan sapi-sapinya seperti anak-anaknya sendiri. Saking cintanya, lembu itu diberi nama layaknya manusia. “Terkadang istri saya sendiri pun cemburu. Karena malam-malam kadang saya tidur di kandang sapi,” ujarnya lantas tergelak.

Karena ternaknya berkualitas, pada hari raya Idul Adha lalu salah satu sapinya sempat dilirik untuk dijadikan hewan kurban oleh Presiden Jokowi. Hendro mengetahuinya dari temannya di Tawangmangu, Solo. Sang teman  sudah dipanggil staf Sekretariat Negara agar membawa sapi Bujangganong ke Tawangmangu untuk diseleksi.

“Namun saat seleksi itu Kementerian Pertanian tidak memilih sapi saya. Entah karena apa tidak jadi dibeli. Padahal dari fotonya sudah dilihat langsung oleh Bapak Presiden,” urai Hendro.

Padahal jika jadi dibeli, sapi 1,3 ton itu dihargai sampai Rp 200 juta. Sebab harga sapi-sapi gemuk lainnya sampai Rp 150 juta. Setelah pulang dari Tawangmangu, Hendro kaget berat Bujangganong sempat turun hingga 50 kg. Namun setelah dirawat kembali, beratnya kembali 1,3 ton. “Mungkin karena perjalanan jauh. Selain stress, berat badannya bisa susut,” ulasnya.

Sapi-sapi Hendro juga sering berprestasi di ajang kontes hewan ternak. Tahun lalu, Bujangganong menjadi juara II kontes ternak se-Kabupaten Kediri. Tak hanya itu, saat dibawa ke kontes ternak di Lamongan, lembu itu kembali meraih juara II se-Jawa Timur.

“Alhamdulillah Mas, memang kalau hobi dan ilmu terus ditekuni bisa membuahkan hasil seperti ini,” tuturnya.

(rk/fiz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia