Sabtu, 25 Nov 2017
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Dukun Palsu Dibekuk Polisi

Kamis, 14 Sep 2017 18:34 | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI: GOOGLE.COM

ILUSTRASI: GOOGLE.COM

PARE- Entah apa yang dipikirkan warga Desa Tulungrejo, Pare ini. Insaf  Budi Wibowo, 49, bisa percaya begitu saja kepada dukun palsu. Akibatnya, uang Rp 27 juta pun raib.

Beruntung, Selasa siang (12/9) sekitar pukul 09.00 pelaku pun diamankan tim buser Polsek Pare. Dari tangan Yulianto, 39, warga Desa Lorejo, Bakung, Blitar, polisi mengamankan uang sisa penipuan sekitar Rp 10 juta.

Yulianto dibekuk setelah polisi menjebak Yuli untuk datang ke rumah korban. “Kami tangkap pelaku dengan bantuan korban,”ujar Kasihumas Polsek Pare Aiptu Lilis Budiarti.

Awalnya, ia curiga lantaran uang Rp 27 juta yang diserahkan ke Yuli tak kunjung kembali seperti yang dijanjikan. Padahal, sebelumnya Yuli menyakinkan Budi jika uang yang diserahkannya akan bertambah menjadi Rp 50 miliar. Sementara, saat ditagih Yuli selalu mengelak dengan banyak alasan. “Karena itu, korban yang merasa ditipu kemudian melapor ke pihak kami,”ujar Lilis.

Saat diperiksa, Yuli mengaku jika pekerjaannya adalah seorang petani. “Pelaku pun mengaku baru pertama kali melakukan ini. Sementara uangnya dipakai untuk kebnutuhan makan sehari-hari,” ujar Lilis. Namun polisi tentui tak lantas percaya. Karena itu, hingga kemarin (13/9) petugas terus berusaha mengembangkan kasus tersebut.

Untuk diketahui, penipuan dan penggelapan bermodus dukun pengganda uang tersebut terjadi pada Agustus lalu. “Awalnya korban dan pelaku saling kenal ketika mereka sama-sama mendatangi suatu acara di Jakarta,” ujar Lilis. Perkenalan itu pun berlanjut lantaran keduanya pulang ke Kediri dengan menggunakan pesawat yang sama.

Kepada Budi, Yuli mengaku sebagai Gus Aan dari Ponpes Lirboyo. Saat itu, ia mengaku bisa mengambil uang gaib milik leluhurnya sebesar Rp 50 miliar. Untuk meyakinkan Budi, Yuli mengatakan jika uang tersebut ditakdirkan untuk dimiliki Budi.

Hanya saja, untuk menarik uang tersebut, ada mahar yang perlu diserahkan. Mahar pertama berupa uang senilai Rp 27 juta. Setibanya di Kediri, tepatnya di jalanan Hotel Surya Pare, Budi pun nekat menarik uang di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank BCA yang ada di sana. Terjatuh dalam tipu daya, Budi pun dengan sukarela menyerahkan uang tersebut kepada Yuli.  Tak sampai di situ ia pun rela meminjamkan Toyota Fortuner miliknya untuk digunakan sebagai alat transportasi Yuli yang saat itu mengaku hendak pulang ke Ponpes Lirboyo.

Tak sampai di situ, untuk meyakinkan Budi, keesokan harinya Yuli kembali ke rumah Budi dengan mengendarai mobil pinjaman tersebut. Di situ, ia juga membawa sejumlah benda yang disebut Yuli sebagai tumbal. Sesaji berisi bunga setaman, minyak, cok bakal, dan telor angsa tersebut ditanam di belakang rumah Budi. Selain itu, Budi juga diminta untuk menyediakan sebuah kardus dan kain mori.  Yuli pun mengatakan jika ritual itu berhasil maka kotak kosong itu akan berisi uang. Namun, hingga kemarin, apa yang diungkapkan Yuli itu pun tak bisa dibuktikan kebenarannya.”Kain mori dan kotak tersebut kami amankan sebagai barang bukti,” ujar Lilis.

Akibat perbuatannya Yuli terancam pasal 378 KUHP sub pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan. Akibatnya, ia terancam hukuman penjara maksimal 4 tahun.

(rk/rzl/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia