Kamis, 23 Nov 2017
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal
Pengeroyokan Punk

Dua Tersangka Cuma Wajib Lapor

Kamis, 14 Sep 2017 18:13 | editor : Adi Nugroho

Dua Tersangka Cuma Wajib Lapor

KEDIRI KOTA- Sepuluh dari sebelas tersangka kasus pengeroyokan anak punk terhadap Imam Subekti alias Reggae, 25, warga Dusun Jegles, Desa/Kecamatan Tarokan telah ditangkap.

Dua tersangka lain, GH, 16, serta KSA, 17, warga Kecamatan Kota, hanya dikenai wajib lapor. Keduanya ikut diperiksa petugas Polsek Kediri Kota pada Kamis (6/9) lalu.

Karena masih di bawah umur, penanganan terhadap dua tersangka ini kini diitangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri Kota. Keduanya diancam dengan pasal 181 KUHP jo pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama selama sembilan bulan penjara.

Kasubaghumas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi mengatakan, keduanya tidak ditahan melainkan hanya dikenai wajib lapor. “Keduanya wajib lapor, seminggu dua kali,” terang Kamsudi.

Menurut Kamsudi, wajib lapor ini dilakukan karena keduanya dianggap terlibat dan penyidikan belum tuntas. Nantinya akan dilakukan penyidikan lebih dalam, apakah ada bukti atau fakta baru yang bisa baik memberatkan ataupun meringankaan keduanya.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, keduanya tak terlibat langsung dalam pengeroyokan. Namun memang, keduanya ikut mengantar mayat Imam yang hendak dibuang di hutan Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Keduanya diketahui turut mengantar tubuh Imam menggunakan sepeda motor Honda Revo milik KSA. Saat itu pelaku utama, atau otak pengeroyokan ini, Monzha Satria Wahyu, yang mengendarai sepeda motor tersebut. “Saya di depan, bonceng GH sama temennya (KSA),” terang Monzha sesaat setelah penangkapannya, Jumat (8/9) lalu.

Namun menurut informasi, keduanya (GH dan KSA) tidak ikut baik dalam pengeroyokan maupun mengangkut jenazah menuju lokasi pembuangan di hutan Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar.

Untuk diketahui, pada Kamis (24/8) lalu terjadi peristiwa pengeroyokan yang melibatkan belasan anggota komunitas punk. Pengeroyokan ini dilakukan di bangunan yang belum jadi, di utara Pasar Bence, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota. Korban pengeroyokan, Imam Subekti, 25, warga Dusun Jegles, Desa/Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, harus meregang nyawa atas peristiwa ini. Kejamnya, jenazah atau tubuh Imam kemudian dibuang di hutan Ngancar.

Dua minggu kemudian, Senin (5/9) peristiwa ini diungkap petugas Polsek Kediri Kota. Satu persatu pelaku yang terlibat pun tertangkap. Motif pengeroyokan ini diitengarai karena Imam diangggap melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu teman wanita di komunitas tersebut.

(rk/yi/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia