Kamis, 21 Sep 2017
radarkediri
Hukum & Kriminal

Wah! Bocah Mengapung tak Bernyawa

Ditemukan setelah Hilang Tiga Hari

Kamis, 14 Sep 2017 17:48 | editor : Adi Nugroho

EVAKUASI: Petugas berusaha melakukan evakuasi setelah penemuan jasad tubuh Raflu tak jauh dari bantaran Sungai Brantas, kemarin (13/9).

EVAKUASI: Petugas berusaha melakukan evakuasi setelah penemuan jasad tubuh Raflu tak jauh dari bantaran Sungai Brantas, kemarin (13/9). (RIZAL ARIANDANI - RadarKediri/JawaPos.com)

PURWOASRI - Suasana pagi di bantaran Sungai Brantas di Desa/Kecamatan Purwoasri berubah menjadi gempar. Kemarin siang (13/9) sekitar pukul 07.30, sesosok mayat bocah ditemukan mengapung. Ternyata, mayat yang kondisinya sudah membusuk tersebut adalah korban tenggelam asal Desa Tanon, Papar.

Rafli, 12, tewas terseret arus saat berenang bersama tiga orang temannya di Sungai Brantas. Tepatnya pada hari Minggu (10/9). Kasus tersebut sempat dilaporkan ke Polsek Papar. Karena itu, sejumlah warga termasuk juga petugas SAR sempat melakukan pencarian. Namun sayang, upaya tersebut tak kunjung membuahkan hasil.

Baru kemudian, jenazah Rafli mengapung ke permukaan. Hal itu pun diketahui pertama kali oleh Yoyok, 44, warga Desa/Kecamatan Purwoasri. Kebetulan saat itu ia sedang merumput di sekitar bantaran kali. “Lalu saat menengok ke aliran sungai, saksi dikejutkan dengan keberadaan sesosok mayat yang mengapung,” ujar Kapolsek Purwoasri AKP Ismu Kamdaris.

Terkejut, Yoyok pun langsung lari mencari pertolongan. Melihat itu, sejumlah warga langsung berdatangan ke lokasi kejadian. Sebagian dari mereka lalu menghubungi pihak Polsek Purwoasri. “Mendapat Informasi tersebut kami langsung meluncur ke loaksi kejadian,” ujar Ismu.

Sebelumnya, petugas polsek juga berkoordinasi dengan tim identifikasi Polres Kediri, Polsek Papar, petugas SAR dan dokter puskesmas setempat. Setibanya di sana, petugas SAR langsung mengevakuasi jenazah Rafli ke atas bantaran sungai. Sementara tim identifikasi melakukan olah TKP, tim dokter pun langsung melakukan proses visum. “Hasilnya, kami tidak menemukan adanya luka bekas penganiayaan,”ujar Ismu. Hasil olah TKP pun tidak menemukan adanya sesuatu yang mencurigakan.  Dipastikan jika Rafli tewas akibat tenggelam.

Sementara itu, paman Rafli, Didik Mariono, 48, warga Desa Tanon Papar memastikan jika jenazah itu adalah keponakannya. “Kebetulan kondisi fisik korban terlihat masih cukup baik,” ujar Ismu.

Usai diperiksa, jenazah Rafli langsung dipulangkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. “Kami lakukan sesuai dengan permintaan pihak keluarga,” ujar Ismu.

(rk/rzl/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia