Sabtu, 25 Nov 2017
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal
Bayi Dibuang

Pacarnya Juga Ditangkap

Kamis, 14 Sep 2017 17:16 | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI: NAKULA AGI SADA

ILUSTRASI: NAKULA AGI SADA

KEDIRI KABUPATEN- Polisi terus mengembangkan kasus penemuan mayat bayi di belakang Masjid Jami Kandangan (11/9). Setelah menangkap Si, 17, ibu sekaligus pembuang bayi, polisi giliran menangkap Asep Wibisono, 20. Lelaki yang beralamat di Kepung tersebut ikut terseret karena dialah yang, menurut pengakuan Si, merupakan ayah sang bayi.

Dan memang, penangkapan Asep bermula dari pengakuan Si. Kepada polisi Si mengaku telah bersetubuh dengan Asep. Kebetulan antara Si dan Asep memang merupakan sepasang kekasih.

Perbuatan terlarang itu mereka lakukan beberapa kali di rumah Asep. Berdasarkan pengakuan Si, hubungan badan itu terjadi antara September 2016 hingga Januari 2017. Saat melakukan hubungan itu Si mengaku melakukannya dengan suka rela.

“Persetubuhan itu memang dilakukan suka sama suka,” terang seorang petugas yang enggan namanya disebut.

Walaupun suka sama suka bukan berarti Asep bisa melenggang. Dia justru akan dijerat pasal tentang perlindungan anak. Sebab, saat berhubungan badan itu usia Si masih di bawah umur. Masih di bawah 17 tahun.

Asep dan Si memanfaatkan kondisi rumah yang sepi saat ditinggal bekerja orang tua Asep. Keduanya pun dengan bebas melakukan tindakan yang seharusnya baru boleh terjadi setelah menikah itu.

Masih menurut sumber tersebut, polisi langsung bergerak cepat setelah mendapat pengakuan Si tentang siapa yang menghamilinya. Beberapa polisi meluncur ke rumah pemuda tersebut. Kebetulan, saat polisi datang Asep sedang berada di rumah. “Dia terkejut. Dan hanya pasrah saja saat tim buser membekuknya,” terang sumber.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kediri AKP M. Aldy Sulaeman membenarkan penangkapan kekasih Si tersebut. Namun perwira tersebut enggan berkomentar lebih jauh. Menurutnya polisi masih mendalami keterangan dari Asep.

“Saat ini pelaku masih kami periksa. Jadi mohon bersabar,” pinta Aldy.

Untuk menjerat Asep polisi tengah mengumpulkan bukti. Selain pengakuan dari Si, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Dari tangan Si itu polisi mengamankan satu celana dalam warna abu-abu, satu BH warna cokelat, satu kaus, dan satu celana panjang hitam.

Baik  Si maupun Asep sama-sama terancam hukuman berat. Dengan lama hukuman bisa mencapai maksimal 15 tahun. Bedanya, Asep bakal dijerat

pasal 81 ayat (1) jo pasal 76D jo pasal 81 ayat (2) sub pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Sedangkan Si diancam pasal 80 ayat (4) jo pasal 76C UU RI Nomor 35 Tahun 2014. Keduanya saat ini juga sudah harus menginap di tahanan Mapolres Kediri.

Kasus ini bermula dari penemuan mayat bayi di pinggir jalan tikus yang ada di belakang Masjid Jami Kandangan, Senin (11/9) malam. Bayi itu berada di dalam kresek warna merah dalam kondisi yang sudah tak bernyawa. Di dekat mayat bayi polisi menemukan celana. Di saku celana itu terdapat kartu nama.

Berdasarkan nama yang tertera di kartu tersebut polisi pun mulai melakukan pelacakan. Hasilnya, pembuang bayi adalah seorang Si, pelajar kelas XI SMA di Kandangan. Karena malu bila ketahuan hamil, saat melahirkan dia membuang sang bayi. Ironisnya, Si melakukan persalinannya seorang diri.

Si memotong ari-ari bayi berjenis kelamin perempuan itu dengan gunting. Kemudian dia membekap mulut bayi agar tak menangis. Setelah itu, dia masukkan ke tas kresek besar dan dibuang di belakang masjid.

Usai membuang bayi, Si kembali ke rumah. Dia kemudian membersihkan lantai kamar dari percikan darah dan tumpahan air ketuban. Setelah itu dia tidur kembali seolah tidak terjadi apa-apa.

(rk/rzl/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia