Kamis, 23 Nov 2017
radarkediri
icon-featured
Cerbung
Mpu Gama 53

Pasukan Terobos Jalan Sempit

Kamis, 14 Sep 2017 17:03 | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI: NAKULA AGI SADA

ILUSTRASI: NAKULA AGI SADA

“Dalam waktu singkat sudah terlihat para prajurit kedua belah pihak saling tusuk, saling tebas, saling babat, saling tikam satu sama lain”

Melalui isyarat ayunan tangan ke depan, Dyah Halayudha memimpin seratus pasukan  berkuda yang bergerak di belakangnya untuk memasuki gerbang barat Pajarakan. Dengan menghela kuda tunggangannya melangkah perlahan, Dyah Halayudha bersama pasukan berkudanya melewati jalan besar yang membelah Pajarakan, seolah-olah menunggu pasukan pejalan kaki yang bergerak di belakangnya.

Pada saat barisan terdepan pasukan pejalan kaki sudah memasuki gerbang barat Pajarakan, Dyah Halayudha menghunus keris pusaka ke atas sambil berteriak, “Hai para pahlawan Majapahit! Habisi semua pemberontak rendah di tempat ini! Jangan biarkan satu orang pun lolos! Seraaang!” 

    Tanah mendadak bergetar dan bergemuruh ketika beribu-ribu kaki prajurit pejalan kaki saling berpacu memasuki gerbang Pajarakan. Kuda tunggangan para prajurit berkuda meringkik sambil mengangkat kaki depannya ke atas dengan hidung kembang kempis dan mulut berbusa. Teriakan dan pekikan marah pun terdengar bersahutan.

        “Seraaang!”

         “Habisi belatung-belatung busuk itu!”

         “Ada apa ini?”

          “Musuh!”

          “Siapa yang memberontak?”

         Gemuruh suara teriakan dan derap kaki yang berbaur dengan dentang senjata yang beradu terdengar sambung-menyambung sewaktu prajurit pejalan kaki pimpinan Dyah Halayudha menyerang prajurit pengawal kubu Pajarakan yang berkerumun di sudut-sudut dan lorong-lorong pertahanan, yang dengan kebingungan menangkis serangan prajurit Wilwatikta sebisanya.

Dalam waktu singkat sudah terlihat para prajurit kedua belah pihak saling tusuk, saling tebas, saling babat, saling tikam satu sama lain. Darah menghambur di mana-mana, membasahi tanah.

Pekik kemarahan, jerit kematian, lenguh kesakitan, teriakan putus asa berbaur dengan suara gemerincing senjata beradu dan ratapan pilu mereka yang sekarat meregang nyawa.

Hiruk pertempuran pun makin bergemuruh sewaktu pasukan berkuda yang dipimpin Dyah Halayudha bergerak cepat menerobos jalan-jalan sempit yang digunakan bertahan oleh prajurit Pajarakan. (bersambung)

(rk/*/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia