Selasa, 21 Nov 2017
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal
Sindikat Curanmor Antardaerah

2 Polisi Kena Sabet Celurit

Ringkus Pelaku Curanmor

Kamis, 14 Sep 2017 10:00 | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI: DEDI NURHAMSYAH

ILUSTRASI: DEDI NURHAMSYAH

NGANJUK-Warga Kelurahan Kertosono, Nganjuk Selasa (12/9) lalu geger. Pasalnya, empat anggota buser Polres Nganjuk didapati bergumul dengan dua pelaku pencurian motor (curanmor) yang dicegat di perempatan Kertosono. Meski ada dua anggota yang sempat terkena sabetan celurit, polisi berhasil meringkus Sukaji, 38, pelaku curanmor asal Sidoarjo.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, penangkapan Sukaji berawal saat Brigadir Sunaryo, anggota buser Polres Nganjuk curiga melihat motor Honda CBR tanpa nomor polisi (nopol) tengah mengisi bensin di SPBU Baron. Melihat gerak-gerik Sukaji dan Sl yang mencurigakan, Sunaryo memutuskan untuk membuntuti dua pria itu.       

Di saat yang sama, dia menghubungi anggota buser lainnya. Rupanya, dari SPBU Baron mereka hendak menuju ke Warujayeng. Beberapa saat kemudian, Sukaji dan Sl masuk ke Pasar Baron.

Jika awalnya berboncengan, keluar dari Pasar Baron Sl ganti mengendarai motor Honda Beat bernopol S 4475 RE. Belakangan diketahui jika motor itu adalah hasil curian.

Dari Pasar Baron, empat anggota polisi terus membuntuti keduanya. Tak mau kehilangan buruannya, empat anggota buser memutuskan untuk menyergap Sukaji dan Sl saat berhenti di perempatan lampu merah Kertosono sekitar pukul 13.30 Selasa lalu.

Merasa terdesak, Sukaji dan Sl mengeluarkan celurit yang semula disembunyikan. Dalam pergumulan itu, Bripda Ilham terkena sabetan celurit di tangannya. Sedangkan Brigadir Endro berhasil selamat karena yang disabet celurit helmnya.

Hanya baju Endro saja yang sobek terkena sabetan celurit pelaku. Beruntung, pengorbanan keduanya tidak sia-sia. Sukaji berhasil dilumpuhkan meski Sl berhasil kabur dengan mengendarai motor Honda Beat.

Kapolres Nganjuk AKBP Joko Sadono yang dikonfirmasi tentang penangkapan satu pelaku curanmor yang menghebohkan Kertosono itu membenarkannya. “Satu pelaku lagi dalam pengejaran. Anggota sudah berkoordinasi dengan jajaran polres di Jatim untuk mengungkap pelaku curanmor lintas daerah ini,” kata Joko.

Kasatreskrim AKP Gatot Setyo Budi menambahkan, anggotanya harus bertaruh nyawa untuk bisa menangkap Sukaji. Sebab, mereka berusaha melakukan perlawanan. “Anggota tidak gentar agar bisa meringkus pelaku,” kata Gatot belum bersedia membeber lebih jauh tentang penangkapan sindikat curanmor antardaerah ini.  

Sementara itu, penangkapan Sukaji di tempat keramaian agaknya sempat diabadikan oleh masyarakat. Sejak kemarin, video penangkapan Sukaji viral di media sosial. Total ada dua video yang masing-masing berdurasi 21 detik dan 33 detik.

Di salah satu video terlihat seorang pria yang sudah dibekuk dengan ditindih polisi berpakaian preman. Salah seorang pria yang diduga Brigadir Sunaryo terlihat menanyai Sukaji tentang pelarian Sl. “Nggak ruuuh!” teriak Sukaji enggan buka mulut.

Satu video lainnya menunjukkan polisi berpakaian preman berhasil mengamankan dua celurit yang digunakan oleh pelaku. Di bagian lain juga menunjukkan suara riuh warga yang berkumpul tak jauh dari lokasi.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia