Selasa, 21 Nov 2017
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal
Karena Malu

Dibuang Masih Hidup

Rabu, 13 Sep 2017 12:22 | editor : Adi Nugroho

TERKUAK: Petugas identifikasi Polres Kediri saat memeriksa kondisi bayi dalam tas kresek yang dibuang belakang Masjid Jami Kandangan(11/9).

TERKUAK: Petugas identifikasi Polres Kediri saat memeriksa kondisi bayi dalam tas kresek yang dibuang belakang Masjid Jami Kandangan(11/9). (ILUSTRASI: NAKULA AGI S)

KANDANGAN- Pelaku pembuang bayi di belakang Masjid Jami Kandangan, Senin (11/9) akhirnya tertangkap. Dia adalah sang ibu bayi. Namanya Si. Usianya baru 17 tahun. Si, yang warga Kecamatan Kandangan ini juga masih berstatus pelajar. Dia duduk di bangku SMA. Tepatnya masih kelas XI.

Ironisnya, saat Si membuang sang bayi, kondisinya masih bernapas. Setidaknya bila itu berdasarkan hasil otopsi sementara. Berdasarkan itu bayi berjenis kelamin perempuan itu meninggal akibat hipotermia dan kehabisan napas. Akibat terbungkus plastik dan tergeletak di rerumputan selama lebih dari lima jam.

Keberhasilan polisi cepat menemukan ibu bayi pelaku pembuangan berkat petunjuk utama di saku celana yang ada di dekat mayat bayi. Ketika ditemukan, bayi itu berada di dalam kresek yang dibungkus celana panjang. Nah, di saku celana panjang itu ada kartu nama.

“Itu yang jadi petunjuk awal kami,” terang Kapolsek Kandangan AKP Eka Permana, melalui Kasihumas Aiptu Prayitno.

Polisi kemudian menelusuri alamat nama yang tertera di kartu. Ternyata, rumahnya hanya berjarak ratusan meter dari lokasi penemuan bayi. Sejak awal polisi sudah menduga pelaku adalah orang sekitar TKP penemuan.

“Kami melihat lokasi pembuangan bayi. Tidak mungkin warga luar kota tahu jalan tikus itu (TKP, Red),” ujar Prayitno.

Nama yang tertera di kartu itu ternyata memiliki adik perempuan. Polisi pun mendapat petunjuk kedua. Ternyata Si, adik pemilik kartu nama, dirumorkan tengah hamil selama ini. Warga menduga Si hamil karena ukuran tubuhnya yang melar. Hanya, tidak ada warga yang berani melakukan klarifikasi ke keluarga pelaku. Atau kepada Si sendiri.

Polisi semakin curiga kepada Si setelah yang bersangkutan diketahui izin tak masuk sekolah dalam beberapa hari terakhir. Alasannya karena sakit. Menurut informasi, guru sekolah Si sempat berkunjung ke rumahnya beberapa saat setelah dia melahirkan.

“Karena itu, kami pun langsung menemui Si untuk mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut,” terang Prayitno.

Tanpa diduga, Si langsung mengakui perbuatannya. Dia telah membuang darah dagingnya tersebut. Si mengaku dia terpaksa melakukan karena malu. “Karena itu pelaku pun langsung kami amankan ke Mapolsek untuk kami mintai keterangan,” ujar Prayitno.

Pemeriksaan Si berlangsung lancar. Usai diperiksa, kemarin pagi (12/9) sekitar pukul 07.00, proses penyidikan langsung dilimpahkan ke  Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri.

Sementara itu, jenazah bayi tersebut dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa/Kecamatan Kandangan.Kasus ini bermula ketika warga menemukan mayat bayi yang terbungkus kresek merah. Lokasi penemuan di jalan tikus yang berada di belakang Masjid Jami Kandangan, sekitar pukul 08.30. 

(rk/rzl/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia