Selasa, 17 Oct 2017
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
3 Perssu Vs Persik 0

Tergelincir di Stadion Ahmad Yani

Minggu, 13 Aug 2017 23:28 | editor : Adi Nugroho

SEKUAT TENAGA: Ferry Kurniawan dikawal ketat pemain Perssu.

SEKUAT TENAGA: Ferry Kurniawan dikawal ketat pemain Perssu. (RINO HAYYU SETYO - RadarKediri/JawaPos.com)

SUMENEP - Persik tampil buruk saat berlaga di Stadion Ahmad Yani. Alih-alih bisa mendapatkan kemenangan, skuad Macan Putih justru tergelincir. Mereka kebobolan tiga gol tanpa bisa membalas satu pun.

Imbas kekalahan itu, posisi Persik pun melorot. Mereka tak lagi menjadi pemuncak Grup 6. Kini Persik berada di urutan dua. Di bawah Kalteng Putra yang pada saat bersamaan mengalahkan lawannya, Persewangi Banyuwangi.

Kekalahan telak kemarin diwarnai sedikit kontroversi. Gol pembuka Perssu dianggap kubu Persik berbau offside. Persisnya gol pada menit ke-45. Yang dicetak oleh Nur Huda.

Pemain Persik sempat melakukan protes kepada wasit Nur Chamid asal Demak. Namun wasit tak menggubris.

Sedangkan dua gol lainnya terjadi di babak kedua. Gol kedua tercetak pada menit ke-51 oleh Haris Tuharea. Sedangkan Nur Huda kembali mencetak gol untuk kemenangan timnya. Kali ini terjadi pada menit ke-63.

Sebenarnya, pada awal babak pertama Macan Putih punya peluang emas. Peluang itu seharusnya bisa menjadi gol. Yaitu ketika Ady Eko Jayanto sudah berhadap-hadapan dengan kiper Perssu Syarifudin. Sayangnya, tendangan lemah Ady masih tipis di samping tiang gawang.

"Kami kurang fighting spirit menghadapi tim (yang terancam) degradasi," keluh pelatih kepala Persik Bejo Sugiantoro.

Kelemahan di kubu Persik ini dinilai karena para pemain mudanya yang terlalu meremehkan posisi Perssu. Maklum, Perssu saat menjelang tanding berada di posisi terbawah Grup 6.

Sepanjang pertandingan permainan Persik kurang maksimal. Hal itu diperburuk lagi dengan keputusan wasit, yang menurut Bejo, tidak mengangkat bendera offside sebelu gol pertama terjadi. Hal tersebut membuat para pemain Persik sedikit emosi. Berujung tak bisa berkonsentrasi saat babak kedua.

Bejo menerangkan dia akan mengevaluasi permainan terburuk kali ini. Karena, dengan kekalahan ini, Persik harus turun satu peringkat menjadi runner up sementara grup. Karena Kalteng Putra kemarin baru memenangkan pertandingan melawan Persewangi Banyuwangi dengan skor tipis 1-0. "Tak ada waktu lagi, kami akan benahi. Karena laga selanjutnya kami away di Blitar," imbuh Bejo.  

Berbeda dengan Pelatih Kepala Perssu Jamal Yastro. Dia sangat senang karena bisa memenangkan pertandingan melawan Persik yang berada di puncak klasemen. Dia menyebut ini sebagai balas dendam Perssu. Karena sudah dibantai pada leg pertama dengan skor 4 gol tanpa balas.

"Senang sekali akhirnya perbaikan pemain kami bisa optimal," kata Jamal. Ia melanjutkan, meskipun masih menduduki posisi terbawah, Jamal menyebut jika Perssu punya sinyal untuk bangkit dan masuk di jajaran klasemen tengah.

(rk/noe/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia