Rabu, 18 Oct 2017
radarkediri
icon featured
Features

Iskandar Tegar D, Taekwondoin Raih Emas di Thailand Open 2017

Tidak Gentar Hadapi Lawan dari Eropa

Sabtu, 12 Aug 2017 13:20 | editor : Adi Nugroho

TANGGUH: Iskandar Tegar Diananta dan medalinya diapit Kepala SMPN 3 Kediri Maryono (kiri) dan Abrianto, guru olahraganya, di sekolah kemarin.

TANGGUH: Iskandar Tegar Diananta dan medalinya diapit Kepala SMPN 3 Kediri Maryono (kiri) dan Abrianto, guru olahraganya, di sekolah kemarin. (DINA ROSYIDHA – RadarKediri/JawaPos.com)

Ada banyak hal harus dilalui Iskandar Tegar Diananta hingga bisa meraih puncak prestasinya. Taekwondoin ini berusaha keras selama tiga tahun. Hasilnya siswa SMPN 3 Kediri tersebut membawa pulang medali emas di Thailand Open 2017.

DINA ROSYIDHA

Sosoknya jauh dari kesan garang. Perawakannya cenderung kurus dengan tinggi tidak lebih dari 160 cm. Namun siapa sangka, remaja bernama Iskandar Tegar Diananta ini mampu merebut medali emas dari Thailand Open 2017, Juli lalu.

Padahal lawan taekwondoin ini bukan hanya dari Asia. Ada banyak rival dari ras Kaukasia dengan postur jauh lebih tinggi besar harus ditaklukkannya. Sebagian mereka berasal dari negara-negara Eropa dan Australia.

“Ini baru kali pertama lawan mereka, awalnya takut tapi kemudian biasa saja,” terang remaja yang akrab disapa Tegar ini kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Taekwondo bukan hal baru bagi siswa kelas VIII SMPN 3 Kediri itu. Tegar sudah memulai menekuni cabang olahraga beladiri asal Korea tersebut sejak kelas IV SD. Selama tiga tahun terakhir, dia sering mengikuti berbagai pertandingan.

“Baru membawa pulang medali ketika tahun kedua berlatih,” tambah remaja asal Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tersebut.

Paling banyak pada 2016 lalu. Berbagai kejuaraan berhasil dilalui dengan baik. Mulai kejuraan daerah (kejurda) di Pasuruan. Ia mendapatkan juara 2 dan menjadi juara 1 di Blitar. Sedangkan di kejuaraan nasional (kejurnas) di Solo dan Jakarta, Tegar berhasil mendapatkan juara 1.

“Terbiasa berada sasana jadi tidak panik walaupun tandingnya dengan orang-orang luar negeri,” terangnya.

Dalam bertanding, hal yang paling penting adalah mengetahui titik-titik kelemahan lawan dan menguasai teknik jurus-jurus taekwondo. Sehingga bisa menaklukkan lawan meski postur mereka lebih besar.

Thailand Open adalah event internasional pertama yang diikuti Tegar. Makanya ia mempersiapkan diri dengan baik. Salah satunya, berlatih intensif selama 3 bulan. Biasanya seminggu latihan empat kali, mulai Selasa, Rabu, Kamis, dan Minggu. “Latihan setiap harinya sekitar 2 jam,” ungkapnya saat ditemui di ruang kepala SMPN 3 Kediri, Jumat kemarin (11/8).

Pertandingan-pertandingan sebelum Thailand Open sangat membantu mempertajam skill dan mental Tegar. Seperti kejurda di Blitar yang berlangsung Maret 2017 lalu. Tegar memperbanyak intensitas latihan ketika mengikuti ajang tersebut.

Saking intensifnya berlatih, dia bahkan sampai mengalami cedera kaki dan jari tangan. Cedera tersebut didapatkannya karena salah mengambil gerakan ketika menangkis jurus dari lawan.

Karena cederanya cukup serius, Sabeum (pelatih, red) meminta Tegar berhenti berlatih selama seminggu. “Biar tidak tambah parah jadi libur dulu,” ujar Tegar yang kemarin didampingi Maryono, kepala SMPN 3 Kediri, dan Abrianto, guru olahraganya.

Meski mengalami cedera, ternyata Tegar tetap bisa menunjukkan performa terbaiknya. Sehingga atlet bersabuk merah tersebut berhasil mendapatkan medali emas ketika mengikuti kejurda taekwondo di Blitar.

“Sebelum tanding di Thailand berkali-kali cedera tapi pas hari pertandingannya kemarin sudah sehat,” tandasnya singkat.

Tidak hanya belajar teknik taekwondo saja, Tegar juga menjaga pola makannya jangan sampai sakit. Beberapa pantangannya adalah makan pedas karena bisa mengurangi kalori tubuh sebelum bertanding. Meski demikian, selama di Thailand, Tegar merasa tidak ada masalah saat makan. “Rasanya sama saja. Paling sering makan ayam,” bebernya.

Meski Thailand Open adalah event pertamanya di ajang internasional, Tegar sangat senang bisa membawa pulang medali emas. Dari 16 rekannya dari Tanah Air yang berangkat, hanya dua orang termasuk dirinya yang berhasil membawa medali emas.

Makanya Tegar terlihat sangat senang dan bersemangat terus menekuni seni bela diri asal Korea tersebut. Rencananya, dia akan kembali ikut tanding di salah satu pertandingan yang digelar di Kediri. “Rencananya Oktober nanti ada lagi,” pungkasnya antusias.

(rk/dna/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia