Sabtu, 21 Oct 2017
radarjombang
icon featured
Kota Santri

Ternyata, Program Pinjaman Bergulir Ini Macet Sejak 2012

Minggu, 13 Aug 2017 08:00 | editor : Binti Rohmatin

WARISAN MASALAH: Petani tembakau yang tidak bisa mencari pinjaman

WARISAN MASALAH: Petani tembakau yang tidak bisa mencari pinjaman (MARDIANSYAH TRIRAHARJO/JAWA POS RADAR JOMBANG)

KABUH - Program pinjaman bergulir PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan) yang dikelola gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Desa Munungkerep, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang ternyata macet sejak 2012 lalu.

Kondisi itu terjadi sejak gapoktanvakum karena ketua pengurus menghilang.

“Dari sekira Rp 150 juta dana yang dikucurkan sebagai pinjaman kepada petani, tidak lebih dari separoh yang kembali.

Tahun 2012 kepala desa belum saya yang menjabat,” ungkap Kepala Desa Munungkerep Suroso, saat dikonfirmasi kemarin (11/8).

Selain dana pinjaman belum kembali, katanya, dana yang masih berada di kas gapoktan juga tidak diketahui kabarnya hingga kini.

“Karena ketua pengurus gapoktan lama menghilang, kami jadi tidak bisa menghitung berapa sisa dana di gapoktan,” tambahnya.  

Dengan memiliki penetapan yang jelas dari pemerintah, gapoktan bisa lebih maksimal menjalankan program.

“Karena ketua pengurus lama menghilang, ratusan juta dana PUAP tidak bisa dilaporkan pengelolaannya. Padahal PUAP dibuat pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan melalui bantuan modal usaha, kepada petani dan anggota gapoktan,” pungkas Suroso.

(jo/mar/bin/JPR)

 TOP
 
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia