Selasa, 21 Nov 2017
radarjogja
icon featured
Jogja

Jumlah Personel Brimob Jogjakarta Belum Ideal

Rabu, 15 Nov 2017 14:15 | editor : Jihad Rokhadi

AYO GOYANG: Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri dan tamu undangan termasuk mantan Wali Kota Jogja Herry Zudianto dan Wakil Ketua DPRD DIJ Arif Noor Hartanto saat menari Maumere dalam perayaan HUT ke-72 Brimob di Mako Brimob Baciro, Jogja, Rabu(14/11

AYO GOYANG: Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri dan tamu undangan termasuk mantan Wali Kota Jogja Herry Zudianto dan Wakil Ketua DPRD DIJ Arif Noor Hartanto saat menari Maumere dalam perayaan HUT ke-72 Brimob di Mako Brimob Baciro, Jogja, Rabu(14/11 (Setiaky A. Kusuma/Radar Jogja)

Jumlah pasukan Brigade Mobil  (Brimob) yang ada di DIJ bisa dibilang belum ideal. Ini karena dari 1.200 personel yang dibutuhkan, ternyata baru 800 personel saja yang tersedia.

Keberadaan salah satu pasukan elit di tubuh Polri ini kerap tampak dalam pengamanan-pengamanan acara khusus yang memiliki potensi timbulnya kericuhan. Bahkan aparat Bhayangkara yang khas dengan seragam hitam ini, kerap berada di barisan depan bila terjadi kerusuhan.

Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan, meski tidak ideal, jumlah personel Brimob yang dimiliki Polda DIJ sudah mencukupi. Bila dilihat dari situasi dan kondisi yang ada, DIJ merupakan salah satu wilayah yang cukup aman dan minim konflik besar.

“Sejauh ini kejadian di DIJ bisa dikendalikan dan tidak ada yang begitu menonjol,” kata Dofiri kepada wartawan yang ditemui usai perayaan HUT ke-72 Brimob di Mako Brimob Baciro, Kota Jogja, kemarin (14/11).

Meski begitu, kapolda meminta kepada jajarannya untuk tetap waspada mengantisipasi kejadian-kejadian kerusuhan yang kapan saja bisa terjadi. Apalagi pasca penyerangan Polres Dharmasraya, Sumatera Barat. Dia meminta jajarannya untuk melakukan pengamanan dengan menggunakan buddy system. ”Sesama anggota harus saling menjadi pengaman dengan yang lainnya,” jelasnya.

Selain penanganan kerusuhan, jenderal bintang satu ini juga berpesan kepada Brimob agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Brimob juga dituntut mampu memberikan penanganan terhadap kejadian bencana alam seperti gunung meletus maupun banjir. “Intinya bisa menjadi pengayom dan memberi perlindungan bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam perayaan HUT Brimbob kali ini diisi dengan atraksi. Di antaranya peragaan seni beladiri personel Brimob. Di penghujung acara, para tamu undangan diajak melakukan tarian Maumere, termasuk Kapolda Ahmad Dofiri, mantan Wali Kota Jogja Herry Zudianto dan Wakil Ketua DPRD DIJ Arif Noor Hartanto.

Kasat Brimob Polda DIJ Kombes Pol Dadang Rahardjo menegaskan, pihaknya siap memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam mengantisipasi gangguan keamanan. “Satuan kami selalu siap 24 jam,” tegasnya.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia