Minggu, 25 Feb 2018
radarjogja
icon featured
Pendidikan

Jogja Miliki Potensi Jadi Cyber Profit

Kamis, 05 Oct 2017 15:14 | editor : Jihad Rokhadi

Jogja Miliki Potensi Jadi Cyber Profit

 Teknologi merupakan buah tangan manusia yang digunakan untuk meningkatkan derajat peradaban.

Terkait perkembangannya informasi teknologi, DIJ punya karakteristik yang berbeda dengan kota-kota besar lainnya. Bahkan DIJ punya potensi untuk menjadi daerah cyber profit.Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X dalam Seminar Nasional Sains dan Teknologi bertajuk Tunjukkan Jogjamu untuk Indonesia di Gedung Rektorat Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kemarin (4/10).

”Ilmu IT di DIJ digunakan dan dimanfaatkan bersama demi kemajuan masyarakat. Sedangkan di kota lain seperti Bandung, Jakarta, dan Bali kemajuan IT lebih banyak digunakan untuk tujuan material,” ujarnya.

Dalam mendukung perkembangan IT di DIJ Sultan mengaku akan memberikan kesempatan kepada para penggiat untuk menghasilkan teknologi terbaik yang dapat dikembangkan bersama oleh pemerintah daerah.Dengan demikian, DIJ dapat menjadi daerah cyber profit yang menjadi kekuatan daya saing dengan daerah maupun negara lain. Potensi itu semakin besar karena pengguna IT terbesar ada di Jogjakarta, dibuktikan dengan banyaknya pelajar dan mahasiswa yang menimba ilmu di DIJ ini.

”Konsolidasi ini juga kami wujudkan dengan membangun 50 unit usaha portal hasil kerja sama dengan perusahaan swasta seperti laboratorium animasi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut ahli Cyber Teknologi Pratama D. Persadha juga menyampaikan pemaparannya terkait IT. Pratama menyayangkan gagalnya pembentukan Badan Cyber dan Sandi Negara bulan lalu yang mengakibatkan rawan kejahatan cyber di tahun politik 2018-2019.

”Badan Cyber dan Sandi Negara ini harusnya sudah terbentuk pada 23 September lalu berikut alokasi anggaran, strategis, dan rencana program. Sehingga pemerintah dapat bekerja maksimal tahun depan,” paparnya di hadapan Gubernur DIJ, Rektor UNY, dan peserta seminar.

Badan Cyber dan Sandi Negara ini sangat dibutuhkan untuk menjaga keamanan data dan informasi penting negara dari para pencuri untuk kebutuhan pihak yang ingin diuntungkan. Dikhawatirkan di tahun politik nanti serangan melalui dunia maya akan semakin ganas untuk memecahkan persatuan Indonesia.

Di sisi lain, Rektor UNY Sutrisna Wibawa menyampaikan, keberadaan Pancasila menjadi penting dalam perkembangan sains dan teknologi di Indonesia. Menurutnya, sila-sila Pancasila merupakan filter yang baik bagi perkembangan sains dan teknologi di Indonesia.”Komitmen yang dipegang haruslah memperkuat pengaruh tata nilai dalam lima sila tersebut untuk mempengaruhi arah perkembangan sains dan teknologi itu sendiri,” imbuhnya.

Sebelumnya Gubernur DIJ beserta Rektor UNY juga berkesempatan membuka pameran Sains dan Teknologi Pancasilais di GOR UNY. Pameran yang diikuti 74 peserta dari empat kabupaten dan satu kota ini menghadirkan hasil karya di bidang teknologi informasi, agraris maritim, dan industri. Pemerintah daerah, korporasi, dan individu berbakat/kreatif juga bergabung dalam pameran yang berlangsung selama dua hari tersebut 4-5 Oktober 2017. 

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia