Sabtu, 16 Dec 2017
radarjogja
icon featured
Jogja

Mengaku Sutradara FTV, Paksa Gadis Video Call Bugil

Selasa, 03 Oct 2017 06:18 | editor : Jihad Rokhadi

Penjahat kelamIn: kasatreskrim Polresta jogja akP m.akbar bantilan (kiri) menunjukkan barang bukti yang digunakan tersangka untuk menjalankan aksi kejahatannya kemarin (2/10).(SetIaky a.kuSuma/radar jogja)

Penjahat kelamIn: kasatreskrim Polresta jogja akP m.akbar bantilan (kiri) menunjukkan barang bukti yang digunakan tersangka untuk menjalankan aksi kejahatannya kemarin (2/10).(SetIaky a.kuSuma/radar jogja)

Inilah akibatnya jika ingin meraih popularitas secara instan tanpa berpikir panjang. Dua gadis muda harus merelakan kehormatannya direnggut pria hidung belang hanya dengan iming-iming akan dijadikan artis Festival TV (FTV).

Sang pelaku adalah Septian Wahyu Prasetyo. Pria 26 tahun itu mengaku sebagai sutradara FTV yang sedang mencari talent untuk sebuah sinetron yang akan digarapnya. Padahal, pelaku sengaja melakukan tipu muslihat untuk menyalurkan hasrat seksualnya secara gratis

Pelaku pun bergerilya mencari sasaran lewat media sosial Instagram (IG) sekitar per tengahan September lalu. Menggunakan akun @CastingFilmJogja, pelaku membidik perempuan muda yang cenderung lugu.

”Promosinya lewat IG history. Ternyata ada beberapa yang merespons di DM (dirrect message),” ungkap Septian saat dikeler aparat di Mapolresta Jogja kemarin (2/10).

Calon korban selanjutnya diminta mengirim curriculum vitae (CV) dan bugil di depan kamera handphone sebagai syarat casting.

Aksi bugil dilakukan melalui video call dengan aplikasi Line. Aksi bejat pelaku pun berjalan hampir tak ada hambatan. Untuk memuluskan bujuk rayunya, pria asli Subang, Jawa Barat itu mengiming-imingi korban dengan uang Rp 2 juta. Tanpa rasa curiga, para korban menuruti apa yang dimintanya.

Tak cukup sampai di situ, pelaku juga mengajak korban untuk jumpa darat di sebuah hotel. Di tempat itulah pelaku melampiaskan birahinya kepada korban.

”Awalnya korban menolak. Pelaku lantas mengancam menyebarkan video bugil korban,” ungkap Kasatreskrim Polresta Jogja Kompol M. Kasim Akbar Bantilan.

Pertemuan pelaku dengan para korbannya pun diakhiri dengan hubungan badan. Namun, setelah menunggu beberapa hari korban ternyata tak pernah mendapat kejelasan ikhwal tindak lanjut casting FTV. ”Merasa tertipu, korban bernisial FH,18, melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Jogja. Laporan sementara baru dua korban,” jelasnya.

Tak menunggu lama aparat Satreskrim segera menelusuri keberadaan Septian. Dia diringkus di kediamannya, Krapyak, Sewon, Bantul. Polisi juga mengamankan barang bukti dari tangan pelaku berupa dua buah handphone yang digunakan untuk merekam aksi bugil korban. Juga pakaian pelaku saat pura-pura melakukan casting.

”Ada beberapa adegan yang terekam di handphone sepertinya sudah dihapus,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku di-jerat pasal 35 Undang-Undang RI No 44 Tahun 2008 tentang Por-nografi. Dengan ancaman huku-man pindana penjara maksimal 12 tahun serta denda paling banyak Rp 600 juta.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia