Senin, 11 Dec 2017
radarjogja
icon featured
Pendidikan

STPP Magelang Lepas Mahasiswa dan Pemuda Tani ke Daerah

Senin, 02 Oct 2017 11:56 | editor : Jihad Rokhadi

PEMBEKALAN: Bimbingan teknis untuk mahasiswa dan pemuda tani dalam rangka pengawalan dan pendampingan APBNP 2017 di STTP Magelang (28/9).(Adi Daya Perdana/Radar Jogja)

PEMBEKALAN: Bimbingan teknis untuk mahasiswa dan pemuda tani dalam rangka pengawalan dan pendampingan APBNP 2017 di STTP Magelang (28/9).(Adi Daya Perdana/Radar Jogja)

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang melepas mahasiswa dan pemuda tani ke daerah- daerah. Pelepasan untuk kegiatan pengawalan atau pendampingan APBN Perubahan 2017. Kegiatan ini juga bertepatan dengan bimbingan teknis (bimtek) mahasiswa dan pemuda tani, untuk penguatan perbenihan/perbibitan komoditas strategis pangan pertanian.

Peserta kegiatan ini adalah mahasiswa tingkat III  78 orang dan pemuda tani 47 orang. Nantinya pelaku pendamping dapat memahami materi dalam pendampingan/pengawalan APBN-P 2017 tentang perbenihan tersebut.
Ketua STPP Magelang  Ali Rachman menyatakan, tujuan bimtek bagi mahasiswa dan pemuda tani untuk memperoleh materi atau gambaran kegiatan umum yang sesuai kondisi wilayah dan komoditasnya. Untuk mahasiswa dilepas ke Kalimantan dan pemuda tani tersebar di Provinsi Jateng.

Adapun rincian tugas  pemuda tani dan mahasiswa, yaitu mengikuti pembekalan atau bimtek bagi pelaksana pendampingan. Menyusun rencana kerja pendampingan di wilayah pendampingan sesuai dengan kurun waktu yang ditetapkan. Selain itu juga melaksanakan pendampingan meliputi pembinaan, pengajaran, pengarahan, pelaksanaan program kepada petani/poktan penerima bantuan benih/bibit kedelai, hortikultura, perkebunan, dan peternakan sesuai wilayah pendampingan.

Rincian tugas lainnya melaksanakan arahan atau bimbingan dari dosen dan petugas pemda setempat. Melakukan sinergitas dengan seluruh pelaksana pendampingan lainnya (penyuluh pertanian, POPT, PBT, Wasbitnak, Paramedik Veteriner), dan petani/Poktan penerima bantuan benih/bibit kedelai, hortikultura, perkebunan, dan peternakan di wilayah pendampingan.

Ada juga melakukan validasi data secara periodik tentang jumlah benih/bibit yang dibagikan ke petani/ Poktan. Termasuk jumlah benih/bibit yang ditanam (ha) dan jumlah bibit/benih yang tumbuh sehat (ha) sesuai wilayah pendampingan. Melaporkan pelaksanaan kegiatan per minggu kepada dosen pembimbing dan petugas Pemda setempat.

Sekretaris Kegiatan Bimtek Jerry menyatakan, jangka waktu kegiatan pengawalan dan pendampingan dimulai 1 Oktober sampai 30 November nanti. Out put dari bimbingan teknis bagi mahasiswa dan pemuda tani ini yang menjadi pelaku pendamping dapat memahami materi dalam pendampingan atau pengawalan APBN-P 2017 tentang perbenihan tersebut. Metode dalam pelaksanaan bimtek adalah pemaparan atau penjelasan materi dari fasilitator terkait dan pemaparan materi teknis, pokok.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia