Selasa, 12 Dec 2017
radarjogja
icon featured
Sportainment

Petra Septaria Atlet Renang Indah Peraih Perunggu di SEA Games 2017

Antar Kakak, Malah Jadi Perenang Profesional

Jumat, 22 Sep 2017 13:24 | editor : Jihad Rokhadi

KECIL-KECIL CABAI RAWIT: Petra Septaria Puspa Melati usai mengikuti Sea Games Malaysia 2017 beberapa waktu lalu.(DOKUMEN PRIBADI)

KECIL-KECIL CABAI RAWIT: Petra Septaria Puspa Melati usai mengikuti Sea Games Malaysia 2017 beberapa waktu lalu.(DOKUMEN PRIBADI)

Petra Septaria Puspa Melati, 14, merupakan satu dari 19 atlet DIJ yang mewakili Indonesia dalam SEA Games 2017 lalu. Medali perunggu berhasil dibawanya melalui cabang olahraga renang indah beregu.

BAHANA, Jogja

SEJUMLAH atlet DIJ yang tampil pada SEA Games 2017 berkumpul bersama dalam satu ruang di sebuah rumah makan beberapa waktu lalu. Di antara beberapa atlet tersebut, terselip Septi, sapaan Petra Septaria Puspa Melati, yang tampak masih sangat belia.

Dia datang dengan rambut dikepang. Baju seragam belum sempat dia tanggalkan. Tampaknya, gadis asal Gunung Sempu, Bantul ini baru saja pulang dari tempatnya menuntut ilmu selama ini di SMP St Bellarminus Jogjakarta.

Septi merupakan salah satu perenang termuda di dalam tim. Dia merupakan salah satu atlet potensial. Di usianya yang masih sangat muda, sejumlah pengalaman bertanding di level internasional sudah pernah dia rasakan.

Sejumlah negara pernah dia kunjungi, baik sebagai atlet yang membawa nama DIJ maupun Indonesia. ”Negara yang telah dikunjungi yakni Jepang, Singapura, dan terakhir Malaysia,” ujarnya.

Septi mengungkapkan, membela Indonesia di ajang internasional menjadi salah satu yang terkesan. Apalagi saat berada di Malaysia untuk berlaga dalam Sea Games 2017 merupakan pengalaman pertama yang membanggakan untuknya.

Indonesia meraih mendali perunggu di nomor tea free routine di National Aquatic Centre pada Agustus lalu. Dengan raihan poi 71,4667 tim besutan pelatih asal Russia, Anna Nasekina, hanya mampu berada di posisi ketiga di bawah Malaysia.
Diakui Septi, Malaysia dan Singapura menjadi pesaing berat dalam renang indah. Menurutnya, atlet-atlet dari dua negara tersebut cukup baik dari segi kualitas.

”Kami sudah biasa bersaing dengan atlet dari Singapura dan Malaysia. Mereka bagus-bagus,” tandasnya.
Di usia yang masih sangat muda, dia ingin terus mengasah kemampuan untuk meraih prestasi terbaik. Bahkan, Septi mengaku harus merelakan waktu sekolah untuk terus berlatih.

Anak kedua dari empat bersaudara ini rutin menjalani latihan minimal tiga hari dalam seminggu. Bila sudah berlatih, sekolah pun terpaksa dia tinggal. Selama ini, jelasnya, gurunya pun cukup memaklumi saat harus berlatih. Apalagi, orang tua cukup mendukung kegiatannya sebagai atlet renang indah.

Ketertarikan pelajar kelas VIII pada renang indah bermula saat dia mengantarkan sang kakak untuk berlatih.  Saat itu, dirinya masih duduk dikelas IV SD.

”Awalnya hanya latihan renang biasa, namun kemudian bu Ragil (Ragil Sugirestu, pelatih renang indah DIJ, red) memperkenalkan renang indah kepada saya,” jelas perempuan yang memiliki cita-cita menjadi tentara ini.

Di bawah bimbingan Ragil inilah potensi Septi mulai terasah. Dengan spesialisasi renang indah beregu ini, Septi kemudian mulai rutin mengikuti sejumlah kejuaraan baik berskala nasional maupun internasional.

Yang terdekat, mempersiapkan diri untuk ikut dalam pelatnas guna mengikuti seleksi Asian Games yang akan digelar di Indonesia pada 2018 mendatang. Melihat kemampuan yang dimiliki, bukan tidak mungkin Septi akan kembali memperkuat Indonesia dalam Asian Games mendatang.

”Saat ini intensif berlatih agar bisa lolos seleksi pelatnas Asian Games,” jelasnya.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia