Kamis, 23 Nov 2017
radarjogja
icon featured
Sleman

Mahasiswi Sembunyikan Orok dalam Lemari

Kamis, 14 Sep 2017 16:45 | editor : Jihad Rokhadi

TAK BERTANGGUNG JAWAB: Mahasiswi perguruan tinggi swasta asal Pati, Jawa Tengah menggugurkan kandungan di kamar kos dan menyembunyikan bayinya di dalam lemari.(SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)

TAK BERTANGGUNG JAWAB: Mahasiswi perguruan tinggi swasta asal Pati, Jawa Tengah menggugurkan kandungan di kamar kos dan menyembunyikan bayinya di dalam lemari.(SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA)

Seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di DIJ, IUJ, 18, tega menggugurkan janin yang masih berusia tujuh bulan. Untuk menghilangkan jejak, orok hasil hubungan terlarang dengan sang pacar tersebut disimpan di dalam lemari kamar kosnya yang ada di kawasan Seturan, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu digugurkan dengan menggunakan pil yang dia beli dari sebuah toko online. Pil seharga Rp 2,6 juta tersebut dengan ampuh meluruhkan janin yang tak berdosa.

Wakapolres Sleman Kompol Heru Muslimin menjelaskan, kejadian terungkap pada Selasa (5/9) lalu berlokasi di kos putri yang ditempati. Setelah menegak obat tersebut, pada tengah malam tersangka merasa mulas dan bergegas ke kamar mandi. Rintihan tersangka yang tengah menjalani proses kelahiran ini sempat didengar oleh tetangga kos tersangka.

Tetangga kos tersebut, kemudian melaporkan peristiwa itu kepada penjaga kos. Penjaga yang mendatangi tersangka sempat melihat bercak darah di kamar tersangka.

”Tersangka mengatakan bahwa darah tersebut darah mens,” jelas Heru dalam keterangan persnya di Mapolres Sleman, kemarin (13/9).

Setelah berhasil mengeluarkan orok tersebut, tersangka selanjutnya membungkusnya dengan sebuah kain untuk kemudian diletakkan di dalam lemari pakaian. Tak berselang lama, bayi yang sempat menangis tersebut menghembuskan nafas dalam balutan kain.

”Tujuan tersangka memasukkan ke dalam lemari agar tidak terdengar oleh tetangga. Jadi bayi itu mati dengan sendirinya karena tidak diurus,” jelasnya.

Tak berselang lama, aksi tersangka tercium oleh tetangga. Selanjutnya, warga setempat melaporkan peristiwa tersebut ke aparat kepolisian. Tiga hari selanjutnya Jumat (8/9), aparat kepolisian Polres Sleman meringkus tersangka berserta barang bukti sprei beserta kain yang digunakan tersangka untuk membalut bayi.

Atas perbuatan keji tersebut, perempuan asal Pati, Jawa Tengah ini terancam pasal berlapis yakni Pasal 80 ayat 3 dan 4 Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak serta pasal 341 KUHP atau pasal 342 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Dijelaskan, motif yang dilakukan tersangka membunuh janin miliknya tersebut karena malu. Apalagi, tersangka baru saja menjalani kuliah selama dua bulan. Sementara itu, pil penggugur kandungan tersebut, jelas Heru, didapatkan oleh tersangka secara online. ”Dia beli pil itu menggunakan uang sendiri,” jelas eks Wakapolres Kulonprogo ini.

Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi. Pada awal Agustus lalu warga Glendongan, Caturtunggal, Depok, Sleman digegerkan dengan penemuan sesosok orok laki-laki di dalam tas kresek di sebuah tong sampah yang berjarak sekitar 15 meter dari salah satu rumah kos di RT 13/RW 04.

Dari penyelidikan polisi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), aparat menduga pelaku tinggal tak jauh dari lokasi penemuan mayat bayi. Dari penelusuran polisi, pembuang orok tersebut diduga seorang mahasiswi berinisial LU, 21, yang diketahui tinggal di rumah kos nomor sembilan tersebut.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia