Jumat, 24 Nov 2017
radarjogja
icon featured
Gunung Kidul

Kambing Dimangsa Anjing Liar

Senin, 11 Sep 2017 16:29 | editor : Jihad Rokhadi

Kambing Dimangsa Anjing Liar

Efek domino kriris air di Gunungkidul makin terasa. Di zona barat, dampak kekeringan menjadikan kawanan anjing liar berperilaku brutal. Akibat persediaan makanan di hutan habis, hewan ternak milik warga menjadi sasaran.
Serangan binatang buas tersebut berlangsung di Kecamatan Tepus. Pemerintahan setempat mencatat, sampai kemarin sudah ada 50 kambing mati mengenaskan.

Baru-baru ini, di dua padukuhan Desa Purwodadi 10 kambing mati. Rinciannya, di Padukuhan Danggolo tujuh kambing dan di Padukuhan Sureng tiga ekor kambing jadi sasaran anjing liar.

“Sebanyak 10 kambing milik warga mati terjadi hari ini (kemarin). Kami perkirakan anjing liar beraksi pukul 02.00 dinihari,” kata Kades Purwodadi, Kecamatan Tepus, Sucipto (10/9).

Kata Sucipto, sampai kemarin sudah 50 kambing dimangsa anjing liar. Puluhan kambing tersebut ditemukan mati berlumuran darah. Pihaknya meyakini, kejadian itu adalah ulah anjing liar.

“Sudah kami sampaikan kepada warga. Jika menjumpai anjing tidak diketahui siapa pemiliknya lebih baik ditangkap,” ujar Sucipto.

Jika dibiarkan, dia khawatir semua hewan peliharaan bisa habis dimangsa anjing liar yang hidup di gua dalam hutan. Padahal bagi penduduk kambing dan sapi adalah asset berharga.

“Menjadi tabungan untuk biaya sekolah anak dan untuk keperluan jangka panjang lainnya,” ujar Sucipto.

Menyikapi persoalan ini, langkah paling cepat adalah mendekatkan kandang dengan rumah warga. Jangan sampai ditinggalkan sekalipun di dalam kandang. Tidak jarang banyak ternak ditempatkan jauh dari permukiman sehingga sulit mengawasi.

“Antisipasi lain, beberapa waktu lalu kami bekerjasama dengan Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), tetapi hanya satu (anjing liar) yang tertangkap," kata Sucipto.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Gunungkidul Suseno Budi mengatakan serangan hewan liar terjadi setiap tahun. Pada 2016, menyerang sekitar Panggang dan Purwosari.

“Kami menduga, anjing liar turun gunung, karena kurang pakan dan air saat musim kemarau. Lalu menyerang kambing milik warga,” kata Suseno.

Pihaknya menyarankan warga untuk mendekatkan kandang ke permukiman dan merapatkan kandang. Jika kandang jauh dari rumah sulit dipantau.

“Biasanya warga membuat kandang di hutan untuk memudahkan mencari pakan. Selain itu, kotorannya bisa untuk pupuk,” ungkapnya.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia