Sabtu, 25 Nov 2017
radarjogja
icon featured
Kulonprogo

Satu Tewas, Lima Luka-Luka

Jumat, 08 Sep 2017 13:36 | editor : Jihad Rokhadi

LAKA MAUT: Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Jogja - Wates KM 21, Desa Sukoreno, Kecematan Sentolo, Kulonporogo tadi malam (7/9).(Hendri utomo/radar jogja)

LAKA MAUT: Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Jogja - Wates KM 21, Desa Sukoreno, Kecematan Sentolo, Kulonporogo tadi malam (7/9).(Hendri utomo/radar jogja)

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Jogja – Wates KM 21 tadi malam (7/9). Tepatnya di Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo. Kecelakaan yang melibatkan bus dan tiga sepeda motor ini memakan satu korban jiwa serta lima lainnya luka-luka.

Korban meninggal dunia bernama Reynaldi Effendi, 13, warga Pedukuhan Mertan, RT 17 RW 09, Sukoreno.Sedangkan lima korban luka adalah Dody Saputro, warga Dusun Mertan; Puji Riyani, (Kalimenur), Haryanto (Donohudan), serta dua warga Sukoreno, Maryono dan Wantono.

“Keenam korban merupakan pengendara sepeda motor yang saling berboncengan,” jelas Kasatlantas Polres Kulonprogo AKP Maryanto di tempat kejadian perkara (TKP).
Korban tewas akibat menderita luka parah di bagian kaki dan kepala. Reynaldi merupakan pembonceng sepeda motor yang bertabrakan dengan bus dari arah berlawanan. “Korban meninggal saat mendapat perawatan di rumah sakit,” lanjut Maryanto.

Berdasarkan olah TKP, peristiwa maut terjadi ketika dua sepeda motor yang melaju dari arah Wates terjatuh setelah bersenggolan di dekat Jembatan Sukoreno. Tepat dibelakang dua sepeda motor itu melaju Bus Eka dengan nomor polisi S 7011 UT jurusan Purwokerto-Surabaya yang dikemudikan Heru Saptono Nyenu.

“Menghindari dua sepeda motor yang terguling di atas badan jalan, bus banting kanan sehingga masuk ke jalur yang berlawanan. Saat itu sepeda motor yang dikendari korban tewas melanju kencang dan bertabrakan frontal dengan bus,” paparnya.

Pengemudi bus Heru Saptono Nyenu mengungkapkan, saat kejadian dia sempat menginjak pedal rem dan berusaha menghindari dua sepeda motor yang terjatuh di depannya. Namun, upayanya justru membuat apes korban yang datang dari arah berlawanan. Benturan pun tidak tehindarkan.

“Dari arah timur motor yang ditumpangi dua orang berboncengan tidak pakai helm melaju kencang. Saya sempat teriak kena ini dan benar dhuer,” sesalnya saat menjalani pemeriksaan di Polsek Sentolo.

Ditambahkan, bus yang dia kendarai berangkat dari Purwokerto membawa 14 orang penumpang. Para penumpang tidak ada yang terluka dan dioper untuk melanjutkan perjalanan.

“Kondisi jalan saat itu cukup gelap karena tidak ada penerangan jalan di sekitar jembatan. Saya ambil kanan karena kalau ke kiri nabrak jembatan. Tapi kalau lurus semua (dua sepeda motor jatuh) kena. Jadi pilihannya cuma satu, banting setir ke kanan,” ungkap Heru.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia