Minggu, 24 Sep 2017
radarjogja
Features

Di Balik Pernikahan Sejenis yang Digagalkan KUA Gebang, Purworejo

Wilis Sempat Histeris, Nova Selalu Salat di S

Rabu, 06 Sep 2017 14:18 | editor : Jihad Rokhadi

BARANG BUKTI: Nova Aprida Aryani, 26 (dua dari kiri) saat menjalani gelar perkara di Mapolres Purworejo kemarin (5/9).(Budi agung/radar jogja)

BARANG BUKTI: Nova Aprida Aryani, 26 (dua dari kiri) saat menjalani gelar perkara di Mapolres Purworejo kemarin (5/9).(Budi agung/radar jogja)

Rencana pernikahan Nova Aprida Aryani dengan Wilis Setyowati gagal total. Gara-garanya, Nova yang memakai nama samaran Pratama ketahuan berjenis kelamin perempuan.

Budi Agung, Purworejo

HUBUNGAN Nova dan Wilis berawal ketika keduanya bekerja di sebuah perusahaan tekstil di Kota Tangerang. Hubungan keduanya kian lengket sejak Nova kerap mudik ke rumah Wilis di wilayah Desa Sidoleren, Gebang, Purworejo, setiap Lebaran. Bahkan, dalam beberapa kali kesempatan mudik, kehadiran Nova selalu menuai kecurigaan warga Gebang. Namun, saat akan digerebeg warga, Nova berkilah akan bertanggung jawab dengan menikahi Wilis.

Secara kasat mata penampilan perempuan 24 tahun itu memang tampak sebagai sosok wanita. Di balik penutup kepala dari Polres yang dikenakannya, tampak ada kelembutan di dalamnya. Tangannya juga tidak menampakkan otot yang keras layaknya lelaki. Demikian halnya dengan bentuk pinggulnya, orang akan sepakat jika dirinya adalah perempuan.

Namun, dia nekat memalsukan dokumen kependudukan demi bisa menikahi Wilis, gadis yang dikenalnya tujuh tahun terakhir. Itu guna menutupi rasa malu keluarga Wilis akibat ulahnya. Karena Nova selalu ketahuan warga saat menginap beberapa hari di rumah Wilis setiap Lebaran. “Terus terang saya selalu ke sana (Sidoleren, Red) setiap Lebaran. Karena selama ini keluarga saya sudah tidak menganggap saya. Jadi saya putuskan untuk ikut pulang Wilis ke rumah Wilis,” ungkapnya.

Selama menjalani hubungan, Wilis tidak pernah tahu jika Nova adalah sosok perempuan. Wilis memang pernah menanyainya ikhwal “status” Nova. Tapi setiap kali mendapat pertanyaan itu Nova tak pernah menjawabnya. “Saya berusaha untuk diam. Paling saya bilang, ya udah kalau kamu sayang sama aku nanti kita tetap jalan,” ucap perempuan berambut cepak itu kemarin (5/9).

Saat hubungan semakin intim, keduanya pun memutuskan tinggal dalam satu kos-kosan. Tak pelak, rasa sayang keduanya makin berubah menjadi benih-benih cinta. Hingga akhirnya Wilis mengajak Nova menikah. “Dalam hati saya oke-lah kalau menikah. Nanti saya palsukan (data kependudukannya),” kata Nova blak-blakan. Dia mengaku hanya menjalin hubungan asmara dengan Wilis.

Kini, nasi sudah menjadi bubur. Tak mau menanggung malu, keluarga Wilis tetap berniat menggelar keramaian untuk persiapan pernikahan. Namun, bukan Wilis yang dinikahkan. Melainkan sang adik, Tantri.

Tantric memang telah melangsungkan pertunangan dengan kekasihnya beberapa waktu lalu. Setelah keduanya berpacara selama setahun. Hanya, rencana pernikahannya menunggu setelah Wilis.

Melihat rencana pernikahan Wilis yang berantakan, mau tak mau keseriusan kekasih Tantri diuji. Jadwal pernikahannya diajukan dari jadwal semula. “Saat ini kami masih menunggu konfirmasi kesiapan pihak calon mempelai pria,” ungkap Markamah, ibu Wilis dan Tantri.

“Sebenarnya saya merencanakan pernikahan Tantri dua atau tiga bulan setelah Wilis menikah,” lanjutnya.
Wilis sendiri sempat syok dengan keadaan yang dialaminya. Dia juga histeris saat mengetahui calon suaminya ternyata perempuan.

Namun, kondisi psikisnya mulai membaik seiring pendampingan dari tokoh agama di lingkungannya.
Lantas bagaimana dengan nasib Nova? Warga Kelurahan Binong, Curug, Kota Tangerang, itu kini mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo.

Dia diancam hukuman maksimal enam tahun penjara karena memalsukan data kependudukan dengan mengubah nama menjadi Pratama. Itu berdasarkan pasal 263 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penipuan.

“Barang bukti dokumen yang dipalsukan telah kami amankan. Berikut korset yang digunakan pelaku untuk menutupi bagian dada,” ujar Kasatreskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi mewakili Kapolres AKBP Satrio Wibowo kemarin.

Tindakan hukum terhadap Nova dilakukan setelah penyidik memeriksanya. Demikian pula Wilis. Gadis 27 tahun itu diperbolehkan pulang setelah dimintai keterangannya sebagai saksi.

Penyidikan polisi menindaklanjuti laporan keluarga Wilis yang merasa dirugikan oleh ulah Nova. Adapun, kasus itu terkuak berkat kecurigaan petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Gebang. Petugas KUA mencurigai Nova sebagai sosok perempuan karena melihat gelagatnya saat mengajukan pendaftaran nikah.

Hal itu lantas dilaporkan ke Polsek Gebang, yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan medis terhadap Nova oleh petugas puskesmas setempat. Dari situ, petugas medis memastikan Nova berjenis kelamin perempuan. Sementara di surat pengantar nikah dia berkelamin laki-laki.

“Bahkan saat salat dia (Nova, Red) selalu gabung dengan saf laki-laki. Termasuk saat salat Idul Fitri,” ungkap Kasatreskrim.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia