Kamis, 21 Sep 2017
radarjogja
Gunung Kidul

Pencabulan Siswi SMK, Perempuan Harus Berani Menolak

Rabu, 06 Sep 2017 14:15 | editor : Jihad Rokhadi

Kasus pencabulan guru kepada murid sendiri menuai sorotan banyak pihak. Seperti kasus yang menimpa Mawar (bukan nama sebenarnya, Red) siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) di Gunungkidul. Sebagaimana diberitakan, Mawar digerayangi oleh guru honorer bernama Bahtiar saat pelajaran di ruang laboratorium beberapa waktu lalu.

Menanggapi kasus kasus tersebut, pengamat seksologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Koentjoro PhD berpendapat, pihak kepolisian tidak boleh asal menjerat pelaku dengan undang-undang pidana. Tapi harus menelaah terlebih dahulu motif pelaku dan korbannya.

“Tidak bisa kemudian langsung menyalahkan pelaku hanya berdasarkan laporan si korban. Bisa ditelusuri lebih mendalam. Apakah mereka berdua sama-sama suka atau ada perasaan. Kalau memang ada perasaan cinta tindakan tersebut belum bisa dikatakan kriminal,” ujarnya kemarin (5/9).

Menurut Koentjoro yang menjadi permasalahan hanyalah pada status sosial keduanya. Baik guru maupun siswi yang bersangkutan. Padahal, tidak menutup kemungkinan keduanya memang menjalin kasih di sekolah.

“Wajar saja kalau ada ketertarikan sang guru pada siswinya. Remaja di usia tersebut memang sudah dianggap matang untuk menjalin hubungan orang dewasa,” katanya.

“Pihak berwajib juga dapat menanyakan pada korban. Laporan yang disampaikan karena ada desakan norma atau tidak. Atau ada indikasi dia terdesak dengan status pelaku yang sudah beristri sehingga memilih melaporkan,” jelas Koentjoro.

Sebagaimana informasi pihak kepolisian, korban melaporkan tindakan tak senonoh yang dilakukan pelaku dua bulan sejak kejadian. Hal itu menguatkan analisis Koentjoro kemungkinan adanya perasaan suka sama suka antara korban dan pelaku. Apabila si korban merasa tindakan pelaku merupakan perlakuan yang salah seharusnya melaporkannya sejak awal dia mengalami pelecehan.

“Simpel saja, kalau memang tidak suka perempuan harus berani menolak. Jangan mau tidak mau,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, akibat ulahnya, Bahtiar harus mendekam di sel prodeo Mapolres Gunungkidul untuk menjalani penyidikan lebih lanjut. “Tapi kasus itu ditangani Polsek Karangmojo. Pelaku ditahan di mapolres karena ruang tahanan polsek tak memenuhi syarat,” ungkap Kabag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia