Sabtu, 23 Sep 2017
radarjogja
Features

Prima Wisnu Wardana Penyumbang Emas Sea Games 2017

Doa sang Ibu Jadi Pelecut Semangat

Jumat, 25 Aug 2017 15:47 | editor : Jihad Rokhadi

BIKIN BANGGA: Nurhayani memegang medali emas yang diraih Prima Wisnu Wardana, di kediamannya kemarin (24/8).(SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA)

BIKIN BANGGA: Nurhayani memegang medali emas yang diraih Prima Wisnu Wardana, di kediamannya kemarin (24/8).(SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA)

Jogjakarta patut berbangga. Salah satu putra terbaiknya menyumbangkan medali emas dalam Sea Games 2017 di Malaysia. Dia adalah atlet panahan Prima Wisnu Wardana,22.

BAHANA, Jogja

Suasana haru mewarnai kedatangan Prima Wisnu Wardana di kediaman orang tuanya di sebuah gang sempit Purwanggan, Pakualaman kemarin (24/8). Rumah sederhana milik orangtuanya itu mendadak ramai dengan kehadiran sanak keluarga dan tetangga.

Suasana semakin haru, karenasang ibu Nurhayani harus duduk di kursi roda ketika menyambut buah hatinya itu. Tangis haru penuh bangga Nurhayani saat memeluk Prima yang kemarin penuh semangat.”Selamat yo le, kamu mendapat emas dan bisa membanggakan orang tua dan bangsa,’’ kata sang ibu sambil memeluk buah hatinya itu.

“Ya, medali emas ini saya persembahkan untuk mama,’’ ujarnya sambil memeluk erat penuh sayang sang ibu. Dia menyebut prestasinya ini diraih dengan penuh perjuangan dan menegangkan. Ya, selain tekanan dari publik tuan rumah, selama berlaga di Malaysia, mahasiswa UNY ini ini sebenarnya memiliki beban lain. Sebab, dia harus meninggalkan sang ibu Nurhayani, yang tengah terbaring sakit.

Karena itu, sebelum berangkat, dirinya minta didoakan oleh sang ibu untuk bisa meraih yang terbaik. Sakit sang ibu, dijadikannya pelecut untuk bisa membawa pulang emas selama berlaga. “Begitu memastikan emas, sayang langsung telpon mama. Emas itu saya persembahkan untuk beliau,’’katanya.

Prima Wisnu tiba kembali di Jogjakarta disambut Ketua Umum KONI DIJ Hadianto Ismangoen. Rombongan KONI DIJ bahkan harus menunggu sekitar satu jam di Bandara Adisujipto. Dan begitu sampai di pintu kedatangan, atlet kelahiran Jogja 1995 ini langsung mendapat kalungan rangkain bunga berwarna putih, ungu, dan kuning.

Dengan memanggul tas karier merah berisi perlengkapan panah, Prima tersenyum lebar memeluk sanak kerabat yang datang ikut menjemput. Pertemuan di bandara kemarin, tak ubahnya penyambutan pahlawan yang baru menang berperang.

Ya, Prima merupakan salah satu atlet yang mencatatkan emas di ajang Sea Games. Yang membuat bangga, emas itu dia peroleh sehari menjelang peringatan HUT ke 72 Kemerdekaan Indonesia.”Bangga karena bisa menyumbangkan emas bagi Indonesia,” katanya.

Prima tidak menyangka dapat menjadi yang terbaik di nomor compound perorangan. Sebab, sebelum bertolak ke Malaysia, dia juga menargetkan emas. Hanya dari prediksi emas itu bisa diraih dari beregu putra.

Namun siapa sangka, perjalanannya di kelas compound perorangan bisa mengantarkannya kebabak final. Di final, tekanan terasa berat, karena yang dihadapi adalah tuan rumah Malaysia. Alagi, selama ini Malaysia cukup terkenal memprovokasi atlet-atlet Indonesia. Yang cukup terkenal yakni pemasangan bendera terbalik Indonesia, di buku panduan Sea Games. “Meski ramai-ramainya soal bendera terbalik saya tidak mau terprovokasi. Fokus bisa meraih juara,” jelasnya.

Di final, Prima berhasil menumbangkan Mohd Juwaidi Marzuki dengan skor yang sangat tipis 145-144. Dalam partai final tersebut, tekanan yang datang cukup berat terutama dari pendukung tuan rumah.”Saya memang sempat frustrasi dan reflek membanting busur karena bidikan tidak tepat. Namun ternyata dibidikan terakhir mengantarkan kepada emas,” jelasnya.

Sesampainya di Jogja, dia mengaku akan beristirahat sebentar sambil merawat orang tua. Sebab setelah ini, masih ada tugas yang lebih berat yakni Asian Games yang akan digelar di Jakarta tahun depan. “Saya tidak lama di Jogja, karena akan mengikuti pelatnas bulan depan,” jelasnya.

Diakatakan, kunci keberhasilan meraih emas terletak pada keyakinan dan kerja keras. Selama 9 bulan, dia benar-benar fokus untuk menyiapkan diri berlaga di ajang Sea Games. “Dari kerja keras itu saya berkeyakinan meraih emas. Meski yang didapat sebenarnya bukan kelas yang ditargetkan,” tandasnya.

Budi Widayanto, pelatih Prima Wisnu, mengatakan emas yang diraih anak asuhnya sudah sesuai perkiraan. Sebab, dari beberapa turnamen yang diikuti sebagai pemanasan sebelum SEA Games, Prima mencatat hasil positif dan performanya terus membaik.“Alhamdulilah, dia menunjukkan penampilan konsisten,” kata Budi yang telah mengantarkan sejumlah atlet panahan DIJ menjadi yang terbaik di Tanah Air ini.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia