Sabtu, 23 Sep 2017
radarjogja
Budaya

Pentas Kolaborasi Sendratari Ramayana dan The Ramakien dari Thailand

Senin, 24 Jul 2017 16:09 | editor : Jihad Rokhadi

Rama Dipanggil Phra Ram, Hanoman Dinamakan Phali

Indonesia memang bukan satu-satunya negara yang memiliki kekayaan budaya berupa epos Ramayana. Cerita tokoh pewayangan Rama dan Shinta itu juga berkembang baik di beberapa negara Asia Tenggara. Salah satunya, Thailand.

VITA WAHYU, Sleman

Tak seperti biasanya pentas budaya sendratari Ramayana dari berbagai negara disuguhkan sendiri-sendiri. Kali ini pementasan tari di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan digelar kolaboratif. Antara penari Indonesia dan Thailand. Ya, para penari lokal dengan cengkok ragam gerak dan busana yang khas berpadu dengan artis Negeri Gajah Putih yang mementaskan The Ramakien. Hasilnya pun ciamik.Ramayana versi Jawa tampil lebih dulu. Mulai Rama dan Shinta yang saling memadu kasih, hingga penculikan Shinta oleh Rahwana, raja Alengka.

Di tengah pementasan, sebanyak 17 penari The Ramaikien melanjutkan cerita dengan versi mereka. Tokoh-tokoh yang ditampilkan juga sama, hanya dengan penyebutan yang berbeda. Ada juga tokoh Phali yang merupakan kera putih versi Thailand yang membantu Rama menyelamatkan Shinta.

Sedangkan Rama disebut Phra Ram.Memasuki sesi terakhir seluruh penari Ramayana Ballet dan The Ramakien pentas bersama dalam satu panggung menutup rangkaian sendratari.Aplaus hadirin dalam pementasan di Open Air Ramayana Ballet Prambanan tadi malam menjadi pertanda kompaknya para penari Indonesia dan Thailand. Riuh tepuk tangan penonton pun mewarnai akhir pertunjukkan tersebut.

Pentas tersebut menjadi salah satu perwujudan misi kebudayaan antardua negara yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI bekerja sama dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

Selain tadi malam, kolaborasi sendratari Ramayana dan The Ramakien dipentaskan pada Jumat (21/7) di tempat yang sama. “Sengaja dipilih cerita Ramayana karena ceritanya lebih universal. Ada sekitar 30 versi cerita dari berbagai negara,” ungkap Direktur Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud Harry Widianto.

Itulah implementasi hubungan baik bidang kebudayaan antara Indonesia dan Thailand. Dari tari-tarian, hubungan dua negara pun lebih kompak dan dinamis. Melalui pentas kolaborasi pula Harry berharap kunjungan delegasi Thailand mampu mempererat hubungan bilateral hubungan Indonesia dan Thaliand di bidang lain.

“Ajang ini skaligus menjadi momentum saling bertukar ilmu dan keunggulan masing-masing negara,” ungkap Harry di sela pertunjukkan Jumat lalu.Menteri Kebudayaan Thailand Vira Rojpojchanarat pun tak bisa menutupi rasa gembiranya usai menyaksikan sukses pentas tersebut.

“Pentas satu panggung antara penari Indonesia dan Thailand adalah hal luar biasa. Kami sangat senang dan bangga,” ujarnya.

Sumber Wikipedia menyebutkan, selain Ramakien dari Thailand, beberapa kisah Ramayana dari berbagai negara di antaranya, Hikayat Seri Rama dari Malaysia, Maradja Lawana (Filiphina), Yama Zatdaw (Myanmar), dan Reamker (Kamboja). Bahkan di Indonesia ada versi lain Kakawin Ramayana dari Jawa, yakni Ramakawaca yang populer di di Bali.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia