Sabtu, 23 Sep 2017
radarjogja
Sleman

Menteri Eko Putro Sandjojo Optimalkan Peran BUMDes

Senin, 17 Jul 2017 15:04 | editor : Jihad Rokhadi

JawaPos.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo mendorong pemerintah desa (pemdes) mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Terutama untuk menyokong sektor penunjang ekonomi berdasar potensi yang dimiliki.

Menurutnya, pemanfaatan BUMDes dapat mendorong kesejahteraan warga. Dia mencontohkan penjualan hasil panen. Selama ini petani kerap dirugikan dengan adanya tengkulak. Terbukti dengan harga jual hasil panen yang tidak ideal.
”Tengkulak ada karena masih ada kesempatan. Keberadaan BUMDes bisa menekan fenomena ini,” jelasnya ditemui usai kegiatan sepeda santai INAKER di Lapangan Gendengan, Margodadi, Seyegan, kemarin (16/7).

Peran lain BUMDes adalah pendampingan manajemen pascapanen bagi para petani. Dengan begitu sinergi bisa maksimal. Dalam kesempatan ini, dia juga menyinggung pemanfaatan dan penyerapan dana desa. Eko mengakui, pemanfaatan dana desa belum terserap optimal di beberapa daerah. Penyebabnya, sistem pengelolaan dan perencanaan belum berjalan optimal.

Padahal pemerintah merencanakan adanya peningkatan dana desa 2018 mendatang. Dari besaran semula Rp 60 triliun menjadi Rp 120 triliun. Hanya, dia mengingatkan kepala desa harus mampu melaksanakan program prioritas. Terlebih jika ingin mendapatkan tambahan dana tersebut.

”Jadi ada empat program, di antaranya Program Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades), Pembangunan Embung, dan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Serta pembangunan sarana olahraga desa. Ini harus berjalan,” katanya.
Eko mengajak jajaran pemerintah desa di Kabupaten Sleman menerapkan empat program ini. Tujuannya agar ada peningkatan kucuran dana desa. Sehingga rencana pembangunan di setiap wilayah dapat berjalan dengan maksimal.

”Konsekuensinya memang seperti itu, jika tidak jalan tidak dinaikkan (dana desa). Tujuan akhirnya agar warga desa dapat hidup lebih mandiri dan tingkat kesejahteraan dan kelayakan hidup meningkat,” ujarnya.

Bupati Sleman Sri Purnomo menyambut positif ajakan menteri. Hanya, terkait pengadaan embung dirinya belum sepenuhnya mengiyakan. Pertama terkait dana pembuatan yang terlalu besar. Kedua kontur tanah wilayah Sleman yang kurang cocok didirikan embung.

”Dananya untuk embung itu kisaran Rp 1 milliar hingga Rp 2 milliar. Kontur tanah di Sleman juga didominasi pasir, jika buat seadanya justru rawan bocor. Di sisi lain keberadaan air tanah sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan warga,” jelasnya.
Terkait empat program dana desa, SP, sapaannya, berharap dapat berjalan optimal. SP berpesan pemerintah desa dapat mengelola secara baik. Mulai dari perencanaan, penyerapan hingga penyusunan laporan.

(rj/dwi/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia