Minggu, 24 Sep 2017
radarjogja
Budaya

Grebeg Selarong Mengenang Perjuangan Pangeran Diponegoro

Senin, 17 Jul 2017 14:14 | editor : Jihad Rokhadi

 Demam pariwisata tidak hanya mewabah di Kecamatan Dlingo saja. Warga di Desa Guwasari juga tak ingin ketinggalan mengangkat potensi wisata di wilayahnya. Itu ditandai dengan gereget salah satu desa di Kecamatan Pajangan ini dengan menggelar Grebeg Selarong kemarin (16/7).

Seluruh pedukuhan kompak berpartisipasi mengangkat potensi wisata sejarah di wilayah mereka.
Menurut Ketua Karang Taruna Dipo Ratna Muda Masduki Rahmad, Grebeg Selarong bertujuan untuk mengenang sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro. Mengingat, salah satu pahlawan nasional tersebut pernah bermarkas di Gua Selarong.
”Pangeran Diponegoro pernah bermarkas di sini setelah pindah dari Tegalrejo,” jelas Masduki.

Dikatakan, lokasi persembunyian sekaligus markas tokoh perang Padri tersebut persisnya berada di Gua Selarong. Letaknya di Desa Guwasari. Masduki pun berharap situs bersejarah ini diketahui masyarakat luas. Agar sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro ini dapat diteladani.
”Sehingga kami mengangkat kentongan sebagai ikon agenda tahunan kali ini,” ucapnya.

Masduki bercerita, bunyi kentongan dijadikan tanda khusus saat perang Jawa. Kentongan dipukul sebagai penanda bahwa Belanda datang menyerang.
”Sebagai salah satu alat komunikasi warga saat itu,” ungkapnya.

Kendati sebagai agenda rutin Desa Guwasari, Grebeg Selarong ternyata juga menarik animo masyarakat luar. Menurutnya, ada 17 kelompok yang terlibat agenda ini. Mereka dari seluruh pedukuhan plus perwakilan dari Kecamatan Kasihan.
”Ikut kirab budaya dari kantor desa hingga kawasan Gua Selarong,” katanya.

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berharap, warga Guwasari terus menjaga tradisi peninggalan leluhur. Termasuk mengenang sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro. ”Agar semangat Pangeran Diponegoro terus menggelora,” harapnya.

(rj/zam/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia