Kamis, 21 Sep 2017
radarjogja
Pendidikan

Kuota Siswa di 72 Sekolah Belum Terpenuhi

Selasa, 11 Jul 2017 14:16 | editor : Jihad Rokhadi

CARI SEKOLAH: Suasana pendaftaran PPDB SMP jalur reguler di SMPN 15 Kota Jogja, kemarin (10/7)

CARI SEKOLAH: Suasana pendaftaran PPDB SMP jalur reguler di SMPN 15 Kota Jogja, kemarin (10/7) (SETYAKI/RADAR JOGJA)

JOGJA – Baru saja calon siswa-siswi SMA/SMK telah usai mengikuti proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur online. Data dari Bidang Pendidikan Menengah Tinggi (Dikmenti) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ tercatat ada 72 sekolah yang belum terpenuhi kuota siswanya.

Kepala Bidang Dikmenti Triana Purnamawati mengatakan, dari 72 sekolah tersebut 60 di antaranya adalah SMK dan 12 SMA.
”Jumlah kursi yang kosong cukup banyak. Untuk memenuhi kuota tersebut kami sudah memberikan kebijakan yang tertulis di Juknis PPDB, yaitu membuka penerimaan lanjutan secara offline di sekolah masing-masing,” ujarnya ditemui di kantornya, kemarin (10/7).

PPDB offline tersebut akan dibuka pada 12-13 Juli 2017 pukul 08.00-14.00. Sedangkan seleksinya dibuka pada 13 Juli. ”Diumumkan pada tanggal 14 Juli,” ujarnya.

CARI SEKOLAH: Suasana pendaftaran PPDB SMP jalur reguler di SMPN 15 Kota Jogja, kemarin (10/7)

CARI SEKOLAH: Suasana pendaftaran PPDB SMP jalur reguler di SMPN 15 Kota Jogja, kemarin (10/7) (SETYAKI/RADAR JOGJA)

Triana menjelaskan, ada dua kategori prioritas yang ditetapkan dalam PPDB offline ini. Pertama, adalah siswa yang sudah mendaftar online, tapi tidak diterima di tiga sekolah pilihan. Kedua, untuk siswa yang belum melakukan pendaftaran online sama sekali.

Untuk persyaratan kategori pertama hanya perlu membawa berkas saat pendaftaran online, Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN), termasuk penghargaan daerah atau prestasi nonakademik. ”Kalau untuk kategori kedua ini tidak perlu menyertakan penghargaan atau prestasi lainnya karena untuk pengurusan dokumen sudah ditutup, hanya berkas dan SHUN saja sesuai yang diminta sekolah tujuan,” jelas Triana.

Mengenai sekolah mana saja yang masih punya kursi kosong, Triana enggan menyebutkannya. Dia hanya berharap, sekolah-sekolah tersebut bisa memenuhi kuota siswa dalam PPDB offline nanti.

”Juga masih ditetapkan alokasi 20 persen kursi untuk siswa miskin, kalau belum terpenuhi lagi ambil siswa reguler (tidak miskin). Yang penting terpenuhi dulu kuota siswanya sehingga proses belajar mengajar juga dapat maksimal,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait hari pertama masuk sekolah Pemprov DIJ melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) telah membuat surat edaran (SE) hari pertama masuk sekolah untuk jenjang SMA sederajat.

Dalam SE tersebut tertulis orang tua (ortu) siswa wajib mengantarkan langsung anaknya ke sekolah pada tanggal 17 Juli 2017 besok.

Triana menjelaskan, orang tua yang mengantarkan tak hanya sebatas mengantar sampai sekolah saja, tapi harus mengikuti forum pengenalan yang ada di sekolah tersebut.

”Iya orang tua bersama siswa mengikuti forum pengenalan dengan wali kelas masing-masing tentang tata tertib, program sekolah, juga akan disampaikan hak dan kewajiban siswa,” jelasnya.

Selain itu selama tiga hari awal masuk sekolah, siswa di SMA/SMK sederajat, SDLB, dan SMLB juga akan mengikuti Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). PLS ini, lanjutnya, adalah tanggung jawab langsung kepala sekolah, bukan dari OSIS. Tidak menjurus pada perploncoan dan sejenisnya. ”Seluruh aktivitas PLS harus ada pendampingan dan pengawasan para guru,” ungkap Triana.

Adapun tujuan PLS yang tertulis dalam SE antara lain untuk mengenalkan potensi diri siswa baru, adaptasi lingkungan sekolah, menumbuhkan semangat dan cara belajar efektif. Serta pengembangan interaksi positif antara siswa dan warga sekolah lain, serta menumbuhkan perlakuan positif bagi siswanya.

Lebih lanjut Triana menjelaskan, PLS tersebut juga harus berpedoman pada Permendikbud No. 18 Tahun 2016 tentang PLS bagi Siswa Baru. Termasuk jenis-jenis materi ajar yang harus diberikan pada siswa khususnya di DIJ.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia