Minggu, 24 Sep 2017
radarjogja
Sportainment

Kemenangan The Reds Buyar karena Keteledoran Kiper

Senin, 10 Jul 2017 13:00 | editor : Jihad Rokhadi

BANTUL – Kemenangan pertama Persiba Bantul yang sudah di depan mata tiba-tiba sirna. Padahal, The Reds-julukan Persiba Bantul bermain di kandang sendiri, Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul.

Keteledoran penjaga gawang Puthut Jati Purnomo dalam mengantisipasi sundulan pemain Persipon Pontianak Hezron Benyamin Hamokwarong berbuah petaka. Gawang kosong yang ditinggal Putut membuat sundulan lemah Hezron nyelonong saja melewati garis gawang.

Hasil akhir seri 2-2 patut disesali mengingat Elang Khatulistiwa-julukan Persipon bermain dengan 10 pemain sejak menit 64. Hasil tersebut membuat kedua tim rukun di papan bawah dengan koleksi sama, tiga poin. Peluang kedua tim untuk merangkak setidaknya finish di peringkat empat klasemen juga sangat berat.

Dalam sesi jumpa pers usai laga, Persiba Bantul yang diwakili Asisten Pelatih Sambudiyana mengatakan, meskipun hasil seri namun semua anggota tim merasakan kekalahan. Pemain juga merasa kecewa tidak bisa memenuhi harapan pendukung untuk memberikan kemenangan.  “Kami memohon maaf kepada pecinta Persiba. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Namun memang pengalaman berbicara dan pemain muda kami seperti belum siap menghadapi tekanan. Sehingga kemampuan sebenarnya tidak bisa muncul,” tuturnya.

Persiba sebenarnya mengawali pertandingan cukup baik. Kombinasi operan pendek dan panjang pemain depan mengalir sampai kotak penalti. Namun peluang yang tercipta belum berbuah gol. Jeni Gilang, Ahmad Junaidi, dan Erdin Pratama berkali-kali merepotkan penjaga gawang Persipon.

Keasyikan menyerang, tuan rumah justru kecolongan di menit 24. Andreas Karundeng yang lolos jebakan offside bisa memperdaya Puthut Jati Purnomo. Skor ini bertahan sampai turun minum.

Selepas rehat, di menit 47 Erdin Pratama menyamankan kedudukan setelah mendapat umpan Junaedi di dekat tiang gawang. Sontekannya meluncur ke gawang. Skor imbang 1-1.

Sepuluh menit berselang, Ahmad Junaidi membalikkan kedudukan setelah sundulannya meluncur ke gawang. Bola yang dalam tangkapan kiper Persipon tidak mampu diamankan dengan baik dan lepas dari pelukan. Sundulanya menggetarkan jala gawang Persipon.

Keunggulan yang sudah di depan mata, lepas di menit 77 ketika Hezron Benyamin menyamakan kedudukan setelah sundulannya salah diantisipasi kiper Persiba puthut jati Purnomo. Hezron sebenarnya dalam kawalan dua pemain belakang Persiba. Namun Puthut mengambil keputusan yang kurang tepat. Sebab setelah dia maju dengan maksud memotong bola, justru bola disundul dan masuk ke gawang.

Setelah itu, Persiba berkali-kali membombardir pertahanan Persipon. Namun serangan tidak berjalan efektif karena dilakukan melalui bola-bola krosing. Sementara centerback lawan mempunyai postur menjulang dan mudah diantisipasi. Termasuk oleh kiper Persipon Daeng Lukman. Sampai peluit panjang dibunyikan wasit tidak ada gol tercipta.

Pelatih Persipon Inyong Lolombulan mengaku bersyukur bisa membawa satu poin ke Borneo. Target curi poin tercapai dan ia merasa salut dengan perjuangan anak buahnya. Ia berharap, mudahan ke depan lebih baik. “Apalagi kami bermain sepuluh pemain,” ungkapnya.

Satu poin menurutnya bisa menjadi modal berharga menjamu Persipur Purwodadi di kandang. Disinggung terkait permainan timnya, dia menilai regulasi dengan mengharuskan banyak pemain muda menjadikan timnya minim pengalaman seperti juga Persiba. “Mainnya kadang tidak stabil. Hari ini bagus, besok belum tentu. Masih bermasalah dengan konsistensi. Mudah-mudahan putaran kedua akan evaluasi bisa menambah pemain siap pakai, terutama playmaker di lapangan,” terangnya

(rj/riz/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia