Senin, 22 Jan 2018
radarjogja
Jogja Utama

Panas Luar-Dalam Pleno KPU Kota Jogja

Kamis, 23 Feb 2017 15:07

Panas Luar-Dalam Pleno KPU Kota Jogja

Daniel Sepnas, anak dari saksi pasangan calon nomor urut dua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Danurejan, menjadi bulan-bulanan massa pendukung paslon nomor urut satu saat berlangsung Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kota Pilwali J (GUNTUR AGA T/RADAR JOGJA)

JOGJA – Hawa panas tak hanya terasa di luar kantor KPU Kota Jogja kemarin (22/2). Proses rekapitulasi suara hasil Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Jogja 2017 yang berlangsung di dalam gedung penyelenggara pemilu juga berlangsung “panas”. Proses rekapitulasi berjalan alot karena saksi dari tim pasangan Imam Piryono-Achmad Fadli (IP-Fadli) terus melakukan tekanan kepada pimpinan pleno. Rekapitulasi beberapa kali harus diulang setiap kali ada interupsi dan protes.

Terlebih ketika Antonius Fokki Ardiyanto, saksi utama pasangan calon wali kota-wakil wali kota nomor urut 1 tersebut, mengajukan surat keberatan atas proses perhitungan suara untuk keempat kalinya.

Suasana sedikit cair dengan kehadiran Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Nasrullah di tengah pleno. Bekas komisioner KPU DIJ itu seolah tahu betul suhu politik di Kota Jogja. Dia pun lantas mencoba mendinginkan suasana dengan melontarkan guyonan.

Melihat Fokki berkeringat saat menulis surat keberatan, Nasrullah lantas memberikan gelas air mineral di atas meja saksi. “Biar tidak kepanasan,tapi ini bukan berarti Bawaslu memihak lho,” kelakarnya yang disambut gerrr peserta pleno lain. Candaan Nasrullah tak berhenti sampai di situ. Masuk sesi ishoma (istirahat, salat, dan makan), pria bertubuh subur itu kembali melontarkan joke saat menerima pembagian jatah nasi kotak berlauk gudeg, telur, dan tahu. “Saya juga mengajukan keberatan, kenapa dari dulu penyelenggara pemilu nasinya telur dan tahu. Kapan ayamnya?” canda dia.

Kehadiran Nasrullah untuk memberi perhatian khusus atas hasil perhitungan suara sementara pilwali. Dimana selisih suara pasangan Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi (HS-HP) dengan IP-Fadli sangat tipis. Hanya 0,6 persen dari total suara sah. Atau 1.189 suara dengan keunggulan HS-HP. Itu berdasarkan rekapitulasi form C1 yang diunggah di https://pilkada2017.kpu.go.id.  “Real count atau quick count bukan menjadi dasar. Kita tunggu saja perhitungan suara disini (KPU Kota Jogja),” ujar Nasrullah.

Dikatakan, tak menutup kemungkinan hasil rekapitulasi akan dilanjutkan dengan gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kendati demikian, Nasrullah mengingatkan bahwa pengajuan sengketa ke MK bisa diajukan setelah rekapitulasi di tingkat KPU rampung. “Puas atau tidak puas itu berbagai macam cara aspirasi. Tapi biar nanti diselesaikan secara hukum di Jakarta (MK),” tuturnya.

Nasrullah meyakini, penyelesaian secara hukum tidak akan berdampak pada kondisi sosial di Kota Jogja. Mengutip pepatah Jawa “Menang ora umuk, kalah ora ngamuk”. Setidaknya, hal itulah yang pernah dialaminya saat menjadi komisioner KPU DIJ. Itu juga demi menjaga suasana kondusif di Kota Jogja, yang tetap aman dan nyaman. “Berproses hukum lebih baik daripada berdampak secara sosial,” ungkapnya.

Terkait dengan netralitas penyelenggara pemilu, Nasrullah optimistis seluruh komisioner KPU Kota Jogja sudah bekerja secara berintegritas. Itu dibuktikan dengan banyaknya mantan penyelenggara pemilu di DIJ yang berkiprah di tingkat nasional. Dikuatkan juga dengan fakta tidak adanya penyelenggara pemilu di DIJ yang divonis bersalah oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).  “Dari dulu penyelenggaraan pemilu di DIJ sudah dilatih secara integritas,” klaimnya.

Sementara itu, di luar kantor KPU massa kembali menggelar aksi dan orasi menuntut keadilan untuk IP-Fadli.

Kericuhan terjadi saat seorang warga Danurejan bernama Diniel Sapnas menjadi bulan-bulanan massa yang sedang menyampaikan aspirasi. Dia dituding sebagai provokator.  Akibatnya, Daniel mengalami luka di bagian mata kanan.

Tanpa menunggu aba-aba, aparat kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi kejadian segera merangsek ke tengah kerumunan untuk mengamankan Daniel dan membawanya masuk ke area dalam pagar Kantor KPU. Saat itu darah segar berwarna merah tampak membasahi pelepis bagian atas mata Daniel.

Ketika Daniel digiring menuju halaman kantor KPU, seorang perempuan berkerudung putih berteriak mengakui bahwa orang yang diamankan polisi sebagai anaknya. Belakangan diketahui perempuan itu bernama Endang Kusumastuti. Dia adalah saksi pasangan HS-HP di Kecamatan Danurejan. “Ini anak saya, pak. Dia disini mengantar saya, bukan provokator,” jelasnya.

Awalnya, polisi menggiring pria bertato itu ke samping gedung utama KPU. Kemudian di bawa ke dalam gedung belakang untuk diinterogasi. “Dari GPK bukan, kamu?” tanya seorang aparat. Sejurus kemudian seorang polisi dari bagian Dokpol menghampiri Daniel sambil membawa perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Tak berselang lama, perban putih terpasang menutupi luka wajah.

Sementara Daniel terus membantah tudingan keberadaannya di tempat itu untuk melakukan provokasi. Dia berdalih,  sebelumnya sempat berkomunikasi dengan seorang perempuan yang juga bagian dari massa aksi. “Saya tidak berteriak apapun,” katanya.

Bahkan, sebelum kejadian dia mengaku sempat ditawari makanan ringan oleh perempuan yang ikut berdemo. Namun tawaran itu ditolaknya.

Menurut Daniel, sebagian massa yang mengenal dia justru yang meneriakinya. Melihat gelagat buruk, dia bersama teman yang bersamanya bermaksud segera meninggalkan lokasi.

“Saat akan mengambil motor di seberang jalan, sekelompok orang menyerang saya,” bebernya.

Daniel tidak banyak berkutik ketika bogem mentah menjurus ke tubuh dan kepalanya.

Diakuinya, selama masa kampanye memang kerap terlibat dalam kegiatan pasangan HS-HP. Kendati demikian,  hal itu tidak memutusan tali pertemanan dengan rekan-rekan satu kampung yang mendukung pasangan lain.

“Politi-politik, teman tetap teman. Karena yang aksi juga ada teman-teman saya,” katanya.

Endang pun turut memberi penjelasan kepada polisi. Dia menilai keributan di luar kantor KPU merupakan buntut dari perhitungan suara di tingkat PPK Danurejan.

Nah, saat rekapitulasi, sang anak juga berada di Kantor Kecamatan Danurejan. Di tempat itu kedua pendukung pasangan calon wali kota saling bertemu.

”Mungkin massa pendukung mengenali anak saya dan menjadi sasaran saat mengantarkan saya,” katanya.

Disinggung mengenai keadaan yang dialami anaknya, Endang belum memutuskan untuk mengambil langkah hukum. Dia menunggu arahan dari tim advokasi pasangan HS-HP. ”Saya akan konsultasi dulu,” ucap Endang.

Kapolda DIJ Brigjen Pol Ahmad Dofiri menegaskan akan menindak setiap aksi kejahatan yang terjadi di wilayahnya. “Kami ingin Jogja tetap aman dan nyaman. Setiap tindakan yang melawan hukum pasti kami proses lebih lanjut,” ucapnya.

Mantan Kapolda Banten itu tak melarang siapun menyampaikan aspirasi di muka umum. Tapi, setiap aksi oleh sekelompok orang jangan sampai menimbulkan kerugian bagi orang lain. “Silakan kalau mau berdemo. Tapi jangan bikin kerusuhan. Kalau sudah melanggar yang akan kami tindak,” tandas Dofiri.

Dari pantauan Radar Jogja, hingga sekitar pukul 15.30 massa aksi masih berkumpul di Tegalrejo, Jalan Magelang. Mereka memadati jalan di ruas depan kantor KPU sejak pukul 10.30.

Saking banyaknya jumlah massa, Jalan Magelang menuju ke utara simpang tiga Tegalrejo dialihkan. Dampak pengalihan, arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan macet. Di antaranya, Jalan Diponegoro, Jalan Rakyat Tentara Pelajar, dan Jalan Kyai Mojo.

Sekitar pukul 14.00, aparat kepolisian kembali melakukan pengalihan arus. Kali ini, jalur sebelah timur yang ditutup. Sementara sisi bagian barat boleh dilalui kendaraan.

Di sisi lain, ada pemandangan berbeda di sela aksi masa banteng moncong putih kemarin. Beberapa orang tampak sibuk memungut sampah bungkus makanan dan bekas botol minuman yang berserakan di sekitar lokasi aksi. Salah satu di antaranya, mantan Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu.Tampak dari seorang tersebut merupakan mantan dari Wakil Bupati Sleman, Yuni Satya

”Ini sebagai bukti kami juga peduli kebersihan,” ujarnya. (pra/bhn/yog/ong)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia