Senin, 22 Jan 2018
radarjogja
Jogja Utama

Penembakan di Jogja, Kapolresta Bantah Terkait Pilwali

Kamis, 23 Feb 2017 15:06

Penembakan di Jogja, Kapolresta Bantah Terkait Pilwali

()

JOGJA – Warga Jalan Pejeksan, Sosromenduran, Gedongtengen digegerkan aksi penembakan menggunakan air gun, Selasa (21/2) malam. Korban adalah pasangan suami istri, A,36 dan Uk,35.

Kurang dari enam jam sejak penembakan, pelaku bernama Very, 30 berhasil ditangkap aparat Satuan Reserse Kriminal Polresta Jogja. Warga Kauman, Gondomanan  itu diringkus di tempat persembunyiannya kemarin (22/2) pagi

Sempat beredar kabar, aksi penembakan terkait situasi politik Kota Jogja yang kian memanas. Apalagi, penembakan terjadi wilayah yang terkenal sebagai basis massa PDI Perjuangan. Sedangkan pelaku berasal dari basis massa PPP.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Tommy Wibisono membantah aksi kekerasan itu berkaitan dengan isu Pilwali Jogja. “Ini kriminal murni. Motifnya masih kami dalami,” katanya.

Informasi di sekitar lokasi kejadian menyebutkan, aksi koboi yang dilakukan Very terkait persoalan lahan parkir. Namun, Tommy belum bisa memastikan kebenarannya.

Menurut kapolresta,  ada dua pelaku terlibat. Yang diincar adalah A. Namun tembakan Very meleset. Peluru gotri justru mengenai Uk.

Akibat kejadian itu, Uk mengalami luka tembak di bagian betis kanan dan paha atas. Sementara di tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan empat butir gotri yang diduga berasal dari senapan air gun pelaku.

“Kami baru menangkap satu orang. Satu lagi masuk daftar pencarian orang (DPO). Tapi kami sudah mengantongi identitasnya,” ujar perwira menengah Polri dengan melati tiga di pundak. Sementara senjata yang digunakan dalam aksi tersebut dibawa kabur oleh pelaku DPO yang saat aksi berperan sebagai joki.

Kasatreskrim Kompol M. Kasim Akbar Bantilan menambahkan, identitas pelaku dapat dengan cepat diketahui karena tersangka terlihat mondar-mandir di sekitar TKP sejak siang. Tersangka juga sempat menanyakan keberadaan A kepada warga setempat. “Saat melihat A sedang nongkrong pelaku langsung memberondong dengan empat tembakan. Tiga mengenai istrinya,” jelasnya.

Akbar mengaku sedikit kesulitan memeriksa Very yang masih terpengaruh minuman beralkohol. Kendati demikian, Akbar memastikan bahwa pelaku tersebut merupakan residivis dalam kasus pencurian dengan kekerasan.

Akibat perbuatannya kali ini Very dijerat dengan pasal 170 junto pasal 351 tentang penganiayaan. Sedangkan terkait kepemilikan air gun, pelaku dijerat dengan pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 2 tahun 1951 tentang Kepemilikan dan Penyimpanan Senjata. Ancaman hukumannya mencapai 10 tahun penjara. (bhn/yog/ong)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia