Senin, 22 Jan 2018
radarjogja
Jogja Utama

Parkir Nakal Pernah Kena OTT, tapi Tak Bikin Jera

Rabu, 22 Feb 2017 14:40

Parkir Nakal Pernah Kena OTT, tapi Tak Bikin Jera

()

JOGJA – Kasus parkir nuthuk dengan mengenakan tarif di atas ketentuan, seperti yang dialami travel agent Dunia Wisata Malang, harus ditindak tegas. Terlebih kasus seperti itu bukan hal yang baru di Kota Jogja.

Sebelumnya, Tim Saber Pungli Kota Jogja telah merilis operasi tangkap tangan (OTT) juru parkir (jukir) nakal. Namun, kenyataannya kejadian serupa tetap terjadi. Para anggota dewan di DPRD Kota Jogja meminta Tim Saber Pungli untuk kembali turun tangan.

”Kemarin Saber Pungli Kota Jogja katanya berhasil OTT juru parkir, kok yang seperti itu (parkir nuthuk) ternyata masih ada,” ujar anggota Komisi A DPRD Kota Jogja Sigit Wicaksono kemarin (21/2).

Pada akhir Januari lalu, Tim Saber Pungli Kota Jogja memang melakukan OTT pada lima jukir di Alun-Alun Utara dan Alun-Alun Kidul yang memungut parkir di atas ketentuan perda.

Sigit menilai, keberadaan Tim Saber Pungli Kota Jogja belum efektif. Menurut dia, pelanggaran perda, seperti parkir sudah jelas, banyak yang mematok di atas ketentuan yang diatur dalam Perda nomor 4 tahun 2012 tentang Perparkiran.

”Sudah ada yang OTT, tapi nyatanya praktik pungli parkir belum hilang, harus ada tindakan yang lebih tegas,” pintanya.

Politikus Partai Nasdem tersebut meminta Pemkot Jogja melakukan perhatian khusus terkait kasus parkir nuthuk tersebut. Sebab, persoalan ini terus berulang.

Jika tidak ada penyelesaian yang tuntas, Sigit mengkhawatirkan pada akhirnya akan merusak citra Jogja sebagai kota pariwisata.

”Apalagi jadi viral di medsos (media sosial), jadi kampanye buruk pariwisata Jogja di seluruh dunia,” ujarnya.

Senada, Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIJ Sudiyanto menuturkan, kejadian pemalakan seperti yang dialami rombongan dari Malang, bisa membuat wisatawan tak nyaman saat berwisata.

Menurut dia, harus jukir juga diberi edukasi bahwa kedatangan wisatawan ke Jogja sangat diperlukan. Sebab, dari wisatawanlah salah satu roda ekonomi di Jogja berjalan, makanya harus dilayani dengan baik.

”Perlu disadari bahwa bagi wisatawan keamanan dan kenyamanan adalah wajib hukumnya,” ungkapnya.

Sudiyanto juga berharap Pemkot Jogja serta Pemprov DIJ bisa ambil peran supaya persoalan serupa tidak terulang kembali. Sudiyanto juga mengajak pelaku pariwisata kembali mengkampanyekan Jogja yang ramah dan jujur.

”Sebuah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, mengembalikan Jogja yang aman dan nyaman,” tuturnya. (pra/ila/ong)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia