Senin, 22 Jan 2018
radarjogja
kulonprogo

Sulit Mencari Pengganti Tanah Bengkok

Senin, 20 Feb 2017 11:24

Sulit Mencari Pengganti Tanah Bengkok

()

KULONPROGO – Tanah bengkok di desa terdampak bandara kini sudah tidak bisa ditanami padi sebagai gaji perangkat. Tanah kas desa itu akan dicarikan ganti tanah namun untuk memperoleh ganti bukan hal mudah.

“Tanah di Temon harganya melangit, bisa empat kali lipat dari harga sebelumnya,” kata Kades Glagah Agus Pramono, kemarin. Pamong desa meminta agar bunga uang ganti rugi sebagian untuk gaji perangkat desa.

Kepala Bidang Pemberdayaan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kulonporogo Muhadi menyatakan keinginan perades tersebut akan diakomodasi.

“Persoalannya tanah kas desa dan bengkok itu kewenangan provinsi. Sehingga kami hanya membuat usulan,” kata Muhadi.

Penghasilan kepala desa dan perangkatnya sudah ada. Diambilkan dari Dana Desa. Kades mendapat Rp 2,1 juta, Kepala Dukuh Rp1 juta. Masih mendapat tanah lungguh.

“Untuk tanah lungguh yang dipakai bandara, kami mencoba mengusulkan rumusannya,” ujar Muhadi.

Salah satunya diambilkan dari bunga uang ganti rugi yang disimpan di bank. “Harapannya mirip dengan nilai gaji PNS, bila diakumulasi dengan yang dari dana desa,” katanya.

Muhadi menegaskan, masalah tersebut baru sebatas wacana. ” Namun semua yang mengambil keputusan adalah gubernur,” katanya. (tom/iwa/ong)

 
 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia